Gerbang1news.com – KOTA METRO
Fakta persidangan kasus pengroyokan hingga meninggalnya korban mendiang Imam Ardiansyah, mengungkap kebenaran adanya tindakan berencana menghilangkan nyawa seseorang, yang di lakukan oleh terdakwa Rio Dinata bersama kakak kandungnya insial FH yang kini DPO bersama tersangka YO, belum tertangkap pasca kejadian November 2024 lalu.

Dalam sidang terbuka, secara daring yang berlangsung di ruang sidang garuda Pengadilan Negeri Klas 1 B Kota Metro, agenda keterangan saksi saksi. Senin, 17/03/2025.

4 orang saksi dari 9 orang, memberikan keterangan yang juga mengungkap ada indikasi keterlibatan kakak beradik terdakwa Rio Dinata, sekaligus mengukap pengakuan terjadi keributan. –

Keterangan saksi Wiwid Supriyadi (33), pasca kejadian, Reki kakak dari DPO FH, mendatangi kediaman kontrakan saksi Wiwid Supriyadi, bersama istri dari DPO FH.

Saksi Wiwid Supriyadi (33), dengan panggilan anjungan (Panggilan Kakak Ipar khas Lampung), mengaku rekan DPO FH, satu kampung Sindangsari, Kota bumo Lampung Utara.

Pada malam itu, sekitar pukul 10, kedatangan Reki dan istri DPO FH, bercerita bahwa FH dan Rio Dinata berkelahi di lapangan iringmulyo kampus Metro Timur, tujuan kekediaman saksi wiwid adalah menitipkan mobil expander putih yang dikendarai DPO FH dan Rio bersama rekan rekannya, mengroyok saksi Putri dan mendiang Imam Ardiansyah.

Tanpa disadari, terungkap pangkuan bahwa tindakan Reki dan istri DPO FH, ada upaya menghilangkan Barang bukti Mobil dan alat alat kekerasan yang di bawa dan diletakkan dalam mobil, serta upaya menyembunyikan para pelaku.

Terungkap, tindakan pengroyokan disengaja dan berencana menghilangkan nyawa seseorang dengan senjata tajam, dilakukan oleh DPO FH dan terdakwa Rio Dinata.

Dalam sidang, keterangan saksi Putri Dahlia (23) yang merupakan adik kandung mendiang Imam Ardiansyah, dan juga korban pengroyokan terdakwa Rio Dinata dan rekan rekanya.

Saksi Putri Dahlia menerangkan fakta kejadian. Terungkap awal pertikaian antara Ayu rekan dari saksi, kenal dekat dengan Rizki dan Angga. Saat kejadian, Putri (Saksi) bersama Ayu, Rizki dan Angga, duduk di angkringan lapangan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur yang menjadi TKP pertama.

Tak berselang lama, datang Ocha dan Elsa bersama terdakwa Rio Dinata. Ocha merupakan kekasih Angga, terbakar cemburu dengan Ayu (Rekan Saksi Putri), dan terjadi cek cok antara keduanya.

Saksi Putri pun upaya melerai, namun rekan Ocha yang bernama Elsa menyiram air minuman ke wajah Putri, dengan nada lantang berkata “Jangan Ikut Campur”.

Putri pun tersulut emosi dan terjadi perkelahian antara Elsa dan Putri. Namun, bukannya melerai, terdakwa Rio dan rekannya Ocha, mengroyok Putri. Terdakwa Rio Dinata pun memukul Putri dengan Helm.

Putri pun berkata “Jangan Berani dengan Perempuan”. Terdakwa Rio Dinata menjawab lantang, silahkan panggil orang tua kamu, saya tidak takut dan saya punya keluarga anggota Koppasus (Terungkap para saksi dalam persidangan).

Putri pun menghubungi korban mendiang Imam Ardiansyah, mengadu bahwa dirinya di pukuli oleh Rio Dinata dan rekan rekannya. Kejadian itu sekitar pukil 19.54 WIB.

Sedari itu, mendiang Imam Ardiansyah berangkat menuju lokasi tanpa beralasan kaki, mengenakan kaos oblong dan celana pendek.

Setibanya di lokasi, mendiang Imam Ardiansyah mempertanyakan kepada terdakwa Rio Dinata, kenapa kamu (Rio) memukuli adik saya, dia perempuan.

Tak kalah berani, terdakwa Rio Dinata menjawab, jadi mau apa! Imam Ardiansyah menjawab, jika duel satu lawan satu, jangan keroyokan.

Terdakwa Rio Dinata yang sudah lebih dulu menghubungi DPO FH dan rekan rekannya, langsung mencekik Korban Imam Ardiansyah dibantu rekan rekan Rio Dinata termasuk Ocha, Elsa dan Agung. Tak berselang lama, rombongan DPO FH tiba di TKP mengendarai mobil expander warna putih.

Seketika turun dari mobil dan mencabut senjata tajam jenis badik yang diselipkna dipinggangnya. Sajam tersebut, sempat terjatuh, saksi pemilik warung Akringan Hedi Sanjaya dan saksi Putri Dahlia sempat melihat Sajam yang terjatuh. Sontak saksi Putri berteriak memperingati korban Imam Ardiansyah untuk melarikan diri, karena pelaku membawa Senjata Tajam.

Senjata tajam yang terjatuh, sempat jadi perebutan antara Imam Ardiansyah, dan Saksi serta terdakwa Rio Dinata. Terdakwa Rio berhasil meraih Sajam tersebut, sempat tertahan oleh korban Imam Ardiansyah.

Dari belakang, DPO FH menarik baju belakang korban hingga terjatuh, dan dipukuli beramai ramai. Korban terus melakukan perlawanan, dan upaya melarikan diri karena kalah jumlah.

Para pelaku pengroyokan, DPO FH dan terdakwa Rio Dinata, kembali mengendari mobil mengejar korban. Tak seberapa jauh dari TKP, Imam Ardiansyah hampir kehabisan nafas karena berlari. Dan Karena situasi jalan lokasi TKP padat kendaraan, para pelaku berhenti, turun dari mobil dengan segeranya memukuli korban.

DPO FH dibantu rekan rekannya, memegangi Korban, DPO FH memberikan perintah kepada terdakwa untuk menghunuskan sajam ke tubuh korban. Tak tinggal diam, korban pun berontak, hingganya hunusan sajam rio dinata, mengenai dada kanan dan kiri tubuh korban, yang sebelumnya korban sudah mengalami luka di bagian kepala belakang, dan bagian kanan, akibat pukulan pelaku DPO FH menggunakan kayu.

Korban Imam, tak berdaya tergeletak, para pelaku meninggalkan imam di depan warung seblak sisi tak jauh dari lokasi TKP pertama lapangan iringmulyo.

Saksi Putri, mengejar ke lokasi dan berpaprasan dengan para pelaku, terdakwa rio dan DPO FH pun melihat saksi Putri, sembari tertawa mengejek dengan kalimat “Mati kakak kamu”.

Putri (Saksi) Syok, melihat kondisi sang kakak, tergeletak lemas dengan belumuran darah di tepi jalan, tepatnya depan warung Seblak Sisi. Putri berteriak meminta pertolongan, untuk membawa korban ke Rumah Sakit.

Sesampainya di Rumah Sakit Umum Daerah Jend. A.Yani Kota Metro, Imam Ardiansyah sudah meninggal dalam perjalanan.

Dalam kejadian, terungkap sebagian identitas para pelaku yakni, terdakwa Rio Dinata, DPO FH, DPO YO, Elsa, Agung dan Rizki serta rekan rekan lain yang kini hilang jejak.11

Atas kesaksian korban pengroyokan, Putri Dahlia, terdakwa Rio Dinata membantahnya, bahwa dirinya di pukul terlebih dahulu oleh Korban Imam Ardiansyah. Dan terdakwa Rio Dinata mengaku, saat kejadian seorang diri, tidak bersama sang kakak Feri H dan rekan rekannya.

Pengakuan terdakwa, terbungkam oleh kesaksian dari Hedi Sanjaya (28) pemilik usaha Akringan, dimana lokasi pertama kali terjadi pertikaian dan pengroyokan korban Putri Dahlia dan Imam Ardiansyah.

Kesaksian Hedi Sanjaya, mengungkap bahwa pengakuan terdakwa berbohong.

Karena saksi sempat melerai, karena Rio Dinata memukuli dan mengroyok korban Putri termasuk Imam Ardiansyah.

Demikian juga keterangan saksi Anwar Sarifudin, bahwa kondisinya memang beramai ramai, Rio Dinata melakukan pengroyokan dan penusukan terhadap Imam Ardiansyah.

Ditengah persidangan, JPU mengungkapkan barang bukti yang di amankan diantaranya pakaian korban dan Jilbab Putri, satu buah Botol dan Mobil yang di rental para pelaku. Sementara itu, barang bukti berupa Senjata Tajam tidak ditemukan atau di bawa dan atau di hilangkan oleh terdakwa Rio Dinata.

JPU juga menerangkan hasil visum Korban Mendiang Imam Ardiansyah bahwa terdapat luka lula di bahu kanan dada kiri, luka gores leher bagian belakang, jari jari dan memar di kaki akibat kekerasan benda tumpul.

Serta Pendarahan dan adanya kekerassn benda tumpul di bagian kepala samping kanan dan kiri, serta paru paru korban. (*) Hedi Sanjaya dan saksi Putri Dahlia sempat melihat Sajam yang terjatuh. Sontak saksi Putri berteriak memperingati korban Imam Ardiansyah untuk melarikan diri, karena pelaku membawa Senjata Tajam.

Senjata tajam yang terjatuh, sempat jadi perebutan antara Imam Ardiansyah, dan Saksi serta terdakwa Rio Dinata. Terdakwa Rio berhasil meraih Sajam tersebut, sempat tertahan oleh korban Imam Ardiansyah.

Dari belakang, DPO FH menarik baju belakang korban hingga terjatuh, dan dipukuli beramai ramai. Korban terus melakukan perlawanan, dan upaya melarikan diri karena kalah jumlah.

Para pelaku pengroyokan, DPO FH dan terdakwa Rio Dinata, kembali mengendari mobil mengejar korban. Tak seberapa jauh dari TKP, Imam Ardiansyah hampir kehabisan nafas karena berlari. Dan Karena situasi jalan lokasi TKP padat kendaraan, para pelaku berhenti, turun dari mobil dengan segeranya memukuli korban.

DPO FH dibantu rekan rekannya, memegangi Korban, DPO FH memberikan perintah kepada terdakwa untuk menghunuskan sajam ke tubuh korban. Tak tinggal diam, korban pun berontak, hingganya hunusan sajam rio dinata, mengenai dada kanan dan kiri tubuh korban, yang sebelumnya korban sudah mengalami luka di bagian kepala belakang, dan bagian kanan, akibat pukulan pelaku DPO FH menggunakan kayu.

Korban Imam, tak berdaya tergeletak, para pelaku meninggalkan imam di depan warung seblak sisi tak jauh dari lokasi TKP pertama lapangan iringmulyo.

Saksi Putri, mengejar ke lokasi dan berpaprasan dengan para pelaku, terdakwa rio dan DPO FH pun melihat saksi Putri, sembari tertawa mengejek dengan kalimat “Mati kakak kamu”.

Putri (Saksi) Syok, melihat kondisi sang kakak, tergeletak lemas dengan belumuran darah di tepi jalan, tepatnya depan warung Seblak Sisi. Putri berteriak meminta pertolongan, untuk membawa korban ke Rumah Sakit.

Sesampainya di Rumah Sakit Umum Daerah Jend. A.Yani Kota Metro, Imam Ardiansyah sudah meninggal dalam perjalanan.

Dalam kejadian, terungkap sebagian identitas para pelaku yakni, terdakwa Rio Dinata, DPO FH, DPO YO, Elsa, Agung dan Rizki serta rekan rekan lain yang kini hilang jejak.

Atas kesaksian korban pengroyokan, Putri Dahlia, terdakwa Rio Dinata membantahnya, bahwa dirinya di pukul terlebih dahulu oleh Korban Imam Ardiansyah. Dan terdakwa Rio Dinata mengaku, saat kejadian seorang diri, tidak bersama sang kakak Feri H dan rekan rekannya.

Pengakuan terdakwa, terbungkam oleh kesaksian dari Hedi Sanjaya (28) pemilik usaha Akringan, dimana lokasi pertama kali terjadi pertikaian dan pengroyokan korban Putri Dahlia dan Imam Ardiansyah.

Kesaksian Hedi Sanjaya, mengungkap bahwa pengakuan terdakwa berbohong.
Karena saksi sempat melerai, karena Rio Dinata memukuli dan mengroyok korban Putri termasuk Imam Ardiansyah.

Demikian juga keterangan saksi Anwar Sarifudin, bahwa kondisinya memang beramai ramai, Rio Dinata melakukan pengroyokan dan penusukan terhadap Imam Ardiansyah.

Ditengah persidangan, JPU mengungkapkan barang bukti yang di amankan diantaranya pakaian korban dan Jilbab Putri, satu buah Botol dan Mobil yang di rental para pelaku. Sementara itu, barang bukti berupa Senjata Tajam tidak ditemukan atau di bawa dan atau di hilangkan oleh terdakwa Rio Dinata.

JPU juga menerangkan hasil visum Korban Mendiang Imam Ardiansyah bahwa terdapat luka lula di bahu kanan dada kiri, luka gores leher bagian belakang, jari jari dan memar di kaki akibat kekerasan benda tumpul.

Serta Pendarahan dan adanya kekerassn benda tumpul di bagian kepala samping kanan dan kiri, serta paru paru korban(red)

By Gerbang1news.com

Pimpinan Umum/Redaksi Hermansyah. TR/ Imam Ardiansyah Penasehat Perusahaan Wahid Hasyim Advokat Amrullah, Rio Renaldo, S.H.Sta Administrasi Niken Biro/Wartawan Provinsi: Pakri.M Bandarlampung: Luki Napoleon, Pesawaran: Pringsewu:-, Tanggamus: Sultan Efendi, Irham. Lampung Barat: Riki Saputra, Pesisir Barat: Yuli, Riki Saputra Lampung Selatan: -, Lampung Utara: Syaparuddin Syam (Biro) Doni Mansyah A.Md, Lampung Timur: Haris, Rusman Ali. Lampung Tengah: Kuswandi , Rusli, Luki Napoleon, Khairul Arin. Metro: Imam Ardiansyah, Luki, Pakri, Rusli. Tulangbawang: Nurwan, Yuda Ardiansyah. Tulang Bawang Barat: Dhanie Tubagus, Hasan Tori Mesuji:-, Waykanan: M.Fikri. Fotografer : Hendi, Eko Susanto Ka. Pengembangan & Iklan : Putri, Widyasari, Pakri, Luki, Ka. Pemasaran : Pakri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius