Pemkot Metro Bahas Penangan Covid-19

0
89
Pemkot Metro Rakor Evaluasi Covid-19./rl

Gerbang1news.com, Metro – Rapat Koordisasi (Rakor) dan Evaluasi Covid-19 lewat zoom meeting kembali diadakan. Kali ini Rakor dan Evaluasi Covid-19 dipimpin langsung oleh Walikota Metro Wahdi Siradjuddin di OR Setda Kota Metro, Kamis (4/3/2021).

Pada kesempatan ini, Walikota Metro Wahdi menuturkan Pemerintah Kota Metro harus bisa mengatasi masalah dan penanggulangan Covid-19. Terutama saat ini berkaitan dengan masalah vaksinasi.

Wahdi mengatakan bahwa kita merupakan pelayan masyarakat. Maka kita harus melayani mereka dan jangan lupa jaga kesehatan.“Masalah vaksinasi, membuat tantangan tersendiri. Maka kita harus berfikir cara penanggulangan damak pemulihan sosial, yang dimulai dari masyarakat. Saat ini stabilitas di Kota Metro sudah sangat baik dalam penanganan Covid-19,” ujar Wahdi.

“Saya ingatkan kembali bahwa saat imunitas kita turun dan berada dalam ruangan lebih dari 2 jam dengan keadaan prokes. Jangan sekali kali membuka masker, terbih bagi mereka yang berusia diatas 60 tahun dan mempunyai penyakit paru kronis, auto imun dan hipertensi,” kata Wahdi.

“Berdasarkan perubahan kasus perbulan Januari merupakan kasus tertinggi, Febuari mengalami penurunan. Sejak tanggal 24 sampai dengan 28 Febuari mengalami zona orange, tertinggi disumbang oleh Metro Pusat dengan kasus konfirmasi 200 , kasus sembuh 171, kematian 11 orang. Untuk data perkelurahan tertinggi yaitu Iringmulyo sebanyak 11,1% Kelurahan Metro 10% dan Kelurahan Mulyojati 9,4%,” papar Erla.Dalam laporan Kepala Dinas Kesehatan Erla Andriani, memaparkan bahwa total kasus positif Covid-19 di Kota Metro berdasarkan data hari ini terdapat 629 kasus. Dengan kasus baru 7, kasus lama diisolasi sebanyak 45, kasus selesai isolasi 549 dan kasus kematian 28.

Lanjutnya, Erla menjelaskan mengenai kasus kematian mencapai 28 orang, kematian terbanyak di bulan Januari 2021 dan terbanyak di Kelurahan Metro. Untuk umur konfirmasi terbanyak usia produktif 15-59 tahun 79,8%.

“Kasus tanpa gejala 76%, tanpa riwayat perjalanan 76%, tanpa riwayat kontak 70%. Klaster penyebaran Covid-19 terbanyak dari klaster keluarga sebanyak 99 keluarga, 211 orang diikuti oleh kluster kantor,” ujar Erla.

Tentang penanganan Covid-19 dari BPBD berupa tempat isolasi di Alvaro dan Gedung Pramuka di Kelurahan Sumbersari sebagai alternatif adanya lonjakan pasien.

Peran aktif BPBD yaitu sosialisasi virus covid-19 di tempat keramaian dan pos perbatasan. Menitik beratkan ditempat tertentu, karena tingginya keluar masuk masyarakat dari luar daerah diberikan semprot desinfektan.

“Kemudian dilakukan penyemprotan secara massal dengan masyarakat, lalu pos pantau yang masih berada di Taman Kota, Pasar Cendrawasih dan Pasar Nuba. Maka dilakukannya giat apel besar dan monitoring pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti pernikahan ditekankan harus ada tata cara mengikuti prokes tersebut,” papar perwakilan BPBD.(rl)

LEAVE A REPLY