
Gerbang1news.com -Lampung
Renungan dari Dwi Hartoyo
Minggu, 30 November 2025. Ada satu nasihat yang datang beberapa waktu lalu. Pendek, sederhana, tetapi rasanya seperti mengetuk pintu hati yang lama tak dibuka:
“Jika ingin benar-benar jujur, benahilah dulu ekonomimu. Luruskan pula agamamu. Bila kedua tiang itu tegak, engkau akan tahu mana hakmu dan mana yang bukan.”
Sejak saat itu, kalimat ini tidak lagi sekadar suara yang lewat. Ia menjadi cermin. Ia memaksa saya melihat sisi-sisi kehidupan yang sering terlupakan: betapa banyak kekacauan, kejahatan, dan keputusan keliru yang berakar dari dua hal ekonomi yang rapuh dan agama yang meredup.
Bukan sedikit orang yang tergelincir pada perbuatan buruk bukan karena lahir jahat, tetapi karena perutnya kosong dan pikirannya gelap. Dan ketika agama tidak lagi berdiri di hati, kompas moral pun hilang. Batas jadi kabur. Rasa diawasi lenyap. Akibat dari setiap perbuatan tak lagi dipikirkan.
Di sinilah saya makin paham, bahwa agama dan ekonomi bukan sekadar kebutuhan, tetapi dua tiang yang menegakkan marwah manusia. Bila salah satunya roboh, hidup menjadi goyah. Bila keduanya kokoh, manusia berdiri dengan kehormatan yang tidak dapat dibeli siapa pun.
Saat ekonomi baik, hati tak mudah terjerat iming-iming haram. Saat agama kuat, prinsip tak akan dijual meski dunia menggoda. Ada keberanian untuk berkata benar, ada kekuatan untuk menolak yang batil, dan ada keyakinan bahwa rezeki tidak pernah datang dari jalan yang keliru.
Pada akhirnya, dua tiang ini bukan hanya mengajarkan kita menjadi baik, tetapi mendidik kita menjadi benar, menjadi manusia yang tegak karena harga diri, bukan karena rupiah.
Dan semoga kita semua selalu dikokohkan oleh dua tiang ini agar tetap menjadi hamba yang lurus, tegas, dan tidak goyah oleh apa pun selain kebenaran. (red)

