Inspektorat Tindaklanjuti Dugaan Manipulasi Lelang Proyek ULP LPSE Tanggamus

0
71
Sekretaris inspektorat tanggamus Gustam Afriansyah./Sultan Effendi

Gerbang1news.com, Tanggamus – Inspektorat Kabupaten Tanggamus bakal menelusuri dugaan manipulasi proses lelang proyek di unit layanan pengadaan (ULP) LPSE setempat.

Pejabat aparat pengawas internal pemerintah (APIP) yang juga sekretaris inspektorat Kabupaten Tanggamus, Gustam Afriansyah S.Sos.MM., mengatakan, terkait informasi dugaan kecurangan ULP LPSE tanggamus, pihaknya akan mengklarifikasi informasi tersebut kepada pihak ULP setempat.

“Kami akan mengklarifikasi dengan pihak ULP, terkait informasi mengenai mekanisme ULP yang diduga tidak sesuai dengan aturan,” tegas Gustam, (29/6/2021).

Gustam mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kebenaran terkait permasalahan tersebut, dikarenakan jenis pengaduan apa yang diadukan belum diterima oleh pihaknya.

“Kita belum bisa menjelaskan dikarenakan kita belum melihat, nanti kalau memang ini (red- laporan pengaduan) nanti akan ada tim audit yang melihat proses sistem itu (red- ULP LPSE), setelah kita masuk sistem, nanti kita lihat trek rilis riwayat kan ada disitu, nah disitu akan kita lihat proses-proses itu” ujar Gustam.

Gustam juga terkejut mendengar informasi penurunan nilai tender yang telah selesai lelang, hanya 1% dari nilai HPS (Pagu) dan ada satu tender dengan dua penawaran yang nilainya sama persis.
” 1%, masak sih,” ucap Gustam terkejut.

Melansir berita sebelumnya, salah satu kontraktor DK mengatakan, pelaksanaan tender proyek oleh ULP LPSE kabupaten tanggamus prosesnya diduga kuat setingan (red-dikondisikan) dari tahun 2020.

“Untuk pelaksanaan tender tahun anggaran 2020 tidak pernah dilaksanakan akan tetapi muncul dalam LPSE bahwa tender-tender dari semua satuan kerja (Satker) di PemdaTanggamus telah selesai dilaksanakan (bukti rekaman kami miliki), diantaranya tender :
1. Rehabilitasi total puskesmas putih doh (Satker Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus), dengan HPS Rp 2.500.000.000,00
Diikuti oleh 4 peserta :
CV.RICO JAYA PERKASA, dengan penawaran Rp 2.472.250.000,00
CV.AZKIYA JAYA UTAMA, dengan penawaran Rp 2.472.250.000,00
CV PANCUKHAN MAS, dengan penawaran Rp 2.477.200.000,00
CV. BUKHA SEMAKA, dengan penawaran Rp 2.477.860.000,00, tender dimenangkan oleh CV.RICO JAYA PERKASA, dengan penawaran Rp 2.472.250.000,00 penurunan hanya 1% dari HPS dan dengan nilai negoisasi Rp 2.422.805.000,00, uniknya disini ada penawaran yang nilainya sama persis.
2. Pembangunan Tahap II GOR Type B (satker Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus), dengan HPS Rp 2.615.693.284,00, diikuti oleh 5 peserta :
PT. BUMI KAHFI PERKASA, dengan penawaran Rp 2.510.200.000,00
PT. PURNAMA KARYA TANGGAMUS, dengan penawaran Rp 2.535.500.000,00
CV.BIRAWA, dengan penawaran Rp 2.536.985.000,00
CV.SRIKANDI CONSTRUCTION, dengan penawaran Rp 2.552.330.000,00
CV. GELISTA SUKSES MAKMUR, dengan penawaran Rp 2.568.824.500,00, tender dimenangkan oleh PT. PURNAMA KARYA TANGGAMUS, dengan penawaran Rp 2.535.500.000,00 penurunan hanya 2,5% dari HPS.
3. Rekonstruksi ruas jalan ruas Lengkukai – Sidoharjo Kecamatan Kelumbayan Barat, (satker Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus) dengan HPS Rp 3.499.677.476,31.
diikuti oleh 3 (tiga) penawar :
CV. CUKUH BALAK, dengan nilai penawaran Rp 3.280.062.889,19
CV. SAHAM JAYA, dengan nilai penawaran Rp 3.324.059.119,27
PT. ALIP PERDANA PRIMA, dengan nilai penawaran Rp 3.337.474.288,61
Tender dimenangkan oleh CV. CUKUH BALAK, dengan nilai penawaran Rp 3.280.062.889,19 dengan penurunan 4,5% dari HPS,” beber mereka.

Dikatakan DK direktur CV.Rajo, cukup mudah untuk pembuktian bagi penegak hukum yang memiliki kemampuan dibidang Cyber terkait dugaan kecurangan ULP LPSE Tanggamus.

“Berdasarkan fakta fakta tersebut dalam ilmu IT dapat dijelaskan bahwa pihak oknum ULP menggunakan system’ Cloning Website dengan menampilkan mirror atau website bayangan yang dimasukkan dalam IP address website LPSE Tanggamus, sehingga jika kita membuka tanpak tidak ada aktifitas yang berjalan, dan mereka bekerja di IP address lain yang asli. Pembuktiannya cukup mudah bagi penegak hukum yang memiliki kemampuan di bidang Cyber,” ujarnya.

Masih kata DK, patut dicurigai telah terjadi pengondisian tender oleh ULP LPSE tanggamus sehingga peserta yang memasukkan dokumen penawaran terbatas.

“Benar pada tanggal (04/06/2021) muncul pengumuman tender pekerjaan Normalisasi dan perkuatan tebing Way Semuong dengan HPS Rp 4.499.999.228,79, dengan jadwal pengumuman dan download dokumen penawaran (04 s.d 10/06/2021), Upload dokumen penawaran (08 s.d 11/06/2021) pukul (11.59), dan ternyata di tanggal 7 juni mendekati dimulainya upload dokumen penawaran website http://lpse.tanggamus.go.id/eproc4/ tidak bisa melakukan login, sehingga pendaftar pun terbatas dan yang akan upload dokumen penawaran pun tidak bisa. Akan tetapi ternyata setelah tanggal 11 Juni (setelah tutup jadwal upload dokumen penawaran) website bisa diakses normal kembali, dan muncul nama nama perusahaan yang telah memasukkan penawaran (yang entah dilakukan kapan dan dimana) dengan diikuti 8 (delapan) peserta, dan yang memasukkan penawaran 3 (tiga) penawar :
CV. JAGADHITA RAYA, penawaran Rp 4.363.285.328,39
CV. Gundala Bangun Nusa, penawaran Rp 4.433.580.879,08
CV. NACITA RAYA, penawaran Rp 4.448.256.767,46
Tender ini dimenangkan oleh CV. JAGADHITA RAYA, dengan nilai penawaran Rp 4.363.285.328,39. ang menjadi kejanggalan adalah dari tanggal 7 juni 2021 s.d 11 juni 2021 pukul 13.16 website tidak bisa masuk untuk login. Sehingga patut dicurigai telah terjadi pengondisian tender sehingga peserta yang memasukkan dokumen penawaran terbatas,” ungkapnya.(Tan)

LEAVE A REPLY