Dugaan Malpraktik di Tanggamus, DPRD akan Panggil Pihak Klinik dan Dinkes

0
98
Kantor DPRD Kabupaten Tanggamus./Sultan Effendi

Gerbang1news.com, Tanggamus – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) angkat bicara terkait dugaan malpraktik salah transfusi golongan darah disalahgunakan satu klinik wilayah setempat beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus, Hajin M Umar mengatakan akan segera menindaklanjuti informasi dugaan korban Malpraktik tersebut.

“Nanti kita akan panggil pihak penanggung jawab klinik dan Dinas Kesehatan Tanggamus untuk diminta konfirmasinya untuk mengecek Kebenarannya. Dan juga kami akan meminta penjelasan dari pasien yang bersangkutan,” ketegasan Hajin, Selasa (26/1/2021).

Sebelumnya, Taberi (74) tahun, seorang kakek, warga Pekon Terbaya Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, diduga menjadi korban Malpraktik sebuah Klinik. Akibatnya, kondisi korban sempat drop. Beruntung nyawanya dapat tertolong.

M Sopyan, anak dari Taberi mengungkapkan dugaan malpraktek tersebut sekira sepekan yang lalu. Karena dinilai laki, ia dan pihak keluarga lainnya protes dan meminta klarifikasi pihak klinik setempat.

“Orang tua kami masuk ke klinik Alhafa Medika pada 17 Desember 2020 dan langsung di tangani oleh pihak klinik Alhafa medika, dan esok harinya di sarankan untuk transfusi darah setelah sebelumnya di cek golongan darah orang tua kami oleh pihak klinik yaitu AB +. Dan kami mendapatkan pendonor golongan darah yang sama dengan bapak kami yaitu AB+, lalu darah tersebut di transfusikan satu kantong,” ujarnya, Selasa (19/1/2021) lalu.

Dijelaskan Sopyan, setelah melakukan transfusi satu kantong golongan darah AB+. Keesokan harinya pihak keluarga membawa pasien pulang ke rumah.

Namun, lanjutnya, setelah dua hari di rumah, orangtuanya tiba-tiba tidak sadarkan diri. “Tiba-tiba ngedrop, kami bawa kerumah sakit Batin Mangunang Islamic center Kotaagung,” ujarnya.

Setelah menjalani perawatan medis di RSUD Batin Mangunang. Pasien disarankan harus melakukan transfusi darah.

“Ya setelah di cek di laboratorium RSUD Batin mengunang tenyata golongan darah bapak kami ini A+ bukan AB+ seperti yang di klinik Alhafa Medika Kotaagung. Untuk meyakinkan pihak RSUD Batin Mangunang, lebih dari tiga kali di cek untuk memastikan golongan darah ora g tua kami ini,dan memang A+ bukan AB+,” sesalnya.

Akibat dugaan salah diagnosa jenis golongan darah tersebut, dia menambahkan, keluarga pasien tidak terima dan merasa di rugikan atas peristiwa tersebut.

“Orang tua kami hampir saja meregang nyawa karena salah transfusi yang di lakukan pihak klinik Alhafa Medika. Sehingga harus di rawat selama sepuluh hari di RSUD Batin Mangunang. Dan kami berencana akan melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib, karena bukti-bukti pemeriksaan golongan darah baik oleh pihak Alhafa Medika Kotaaagung maupun oleh pihak RSUD Batin Mangunang ada semua,” tegasnya.

Saat dihubungi, perwakilan Klinik Alfa Medika, dokter Haidir mengatakan jika kasus yang terjadi pada pasien tersebut merupakan kasus langka.

“Ada tapi jarang dan itu bisa terjadi kalau ada gangguan darah yang paling sering itu kasus kasus kanker darah kemudian kasus leokimia gangguan sel darah. Sehingga pasien pasien seperti ini ada juga diantaranya yang sering transfusi, pasien pasien yang transfusi itu sering golongan darah nya sering berubah bisa terjadi apalagi yang paling sangat sering terjadi itu pada gangguan darah tapi gangguan jenis apa itu harus ada pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter ahli labotarium khusus yang bisa menentukan jenis darah apa,” ujar dokter Haidir.

Menurut dia, hasil pemeriksaan golongan darah AB+ bisa di transfusi golongan darah jenis lain. Terlebih dalam kondisi yang sangat darurat seperti pasien harus dapat tambahan darah segera.

“Tujuan pertama adalah menyelamatkan Pasien, tapi ketika ada golongan darah yang sama untuk menghindari misal terjadi sesuatu penolakan itu di masuk golongan darah yang sama. Sehingga ketika di periksa golongan darah AB, yang masuk AB kalau ada, kalau tidak ada yang lainnya masuk, sepanjang itu kasus darurat. Sebaliknya begitu, ketika kita periksa golongan darahnya A, di usahakan golongan darah yang sama, tapi ketika itu tidak di dapatkan itu tidak masalah,” ucapnya.

Menanggapi itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus Taman Prasi, mengatakan akan segera menindaklanjuti keluhan warga tersebut.

“Jalau golongan darah AB tidak mungkin mau berubah menjadi A apalagi sebelum di transfusi sudah di cek dulu di laboratorium. Kalau golongan darah A transfusinya golongan darah nya A, Kalau transfusi golongan darah nya AB+ dari golongan darah mana pun bisa. Nanti akan saya sampaikan ke bidangnya untuk menindaklanjuti masalah ini. Kalau akibat nya fatal pasti akan ada teguran,” tegasnya.(Tan)

LEAVE A REPLY