Tokoh Ulama dan Bupati Waykanan Bahas Pencegahan Corona

0
354
Tokoh Ulama Pengasuh Pondok Pesantren saat berkunjung ke Kantor Bupati Waykanan./Deky Saputra

Gerbang1news.com, Waykanan – Sejumlah tokoh agama, Kiyai, Ustadz yang tergabung dalam Pengasuh Pondok Pesantren di Kabupaten Waykanan berkoordinasi terkait pencegahan penyebaran virus Corona bersama Bupati Waykanan Raden Adipati Surya, Selasa (17/3/2020).

Kedatangan 32 Orang Pengasuh Pondok Pesantren Dipimpin Ketua PC NU Waykanan KH. Nurhuda dan di sambut langsung oleh Bupati Waykanan di dampingi Kepala Dinas Kesehatan, Anang Risgiyanto, S.KM., M.Kes.

Ketua PCNU Waykanan mengatakan kedatangan mereka untuk diskusi terkait pencegahan penyebaran virus corona.

“Setelah adanya masalah Corona yang sedang melanda beberapa negara sangatlah mengkhawatirkan. Oleh karena itu kami melakukan dengan Bupati tentang langkah-langkah guna untuk mencegah jangan sampai Corona Masuk Pondok,” ujar KH. Nurhuda.

Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya yang menyambut baik kedatangan para Pengasuh Pondok Pesantren menyampaikan permohonan maaf karena belum melakukan kunjungan ke masing-masing Pondok Pesantren, mengingat instruksi terkait Virus Corona (Covid-19).

“Ada beberapa hal yang saya sampaikan kepada guru guru saya Pengasuh Pospes, khususnya mengenai pencegahan Virus Corona. Ini perlu kita sebar luaskan mengingat Banyak Santri yang tinggal di Pondok maupun Santri yang pulang kerumahnya masing-masing,” kata Adipati.

Adipati menyebutkan, Virus corona tidak perlu ditakuti dengan berlebihan. Karena menurutnya lebih berbahaya penyakit TBC dari pada Corona. Tetapi, bahayanya Corona ini penyebarannya sangat cepat dan yang menjadi persoalannya lagi adalah ciri ciri seseorang yang terkenapun tidak terlalu nampak.

“Sehubungan dengan itu semua, maka Presiden telah mengeluarkan instruksi, Gubernur juga telah mengeluarkan surat Edaran dan Kita pun Kabupaten Way Kanan telah mengeluarkan surat Edaran agar bersama sama mencegah virus tersebut,” sebut Adipati.

Bupati juga menambahkan tujuannya mengeluarkan surat edaran penundaan kegiatan-kegiatan selama 14 hari kedepan yang dapat mengumpulkan atau berintraksi dengan banyak orang, baik itu kegiatan di lemerintahan, Sekolah dan lainnya supaya kita dapat mengantisipasi penyebaran virus yang di isu kan tersebut.

“Yang terpenting kita harus bersama sama untuk mencegahnya. Walaupun sebenarnya ajal kita itu ada di tangan yang maha kuasa, akan tetapi kita juga wajib menjaga dan mencegah diri kita agar tidak terkena penyakit seperti virus dan lain sebagainya, saya sebagai Bupati minimal sudah menunjukkan kewajiban saya untuk menjaga dan melindungi warga masyarakat Way Kanan khususnya,” pungkasnya.(Eky)

LEAVE A REPLY