Viral, Enam Terduga Anggota Geng Motor Pelaku Tawuran di Metro Tertangkap

0
58

GERBANG1NEWS.COM .”METRO – Aksi tawuran yang diduga dilakukan antar anggota Geng Motor dan sempat viral di media sosial masyarakat Kota Metro akhirnya terungkap. Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Metro mengamankan sebanyak enam pelajar yang diduga berasal dari sejumlah Geng Motor berbeda di Metro dan luar Kota Metro.

Dari hasil penelusuran , sebelumnya video amatir berdurasi 1 menit 55 detik viral di grup Facebook Metro Kita Punya setelah diunggah oleh akun bernama On Ta Yus pada Senin (27/5/2024) lalu.

Video amatir yang viral itu memuat caption “Ngeri kejadian di depan RSU Muhammadiyah 16C Metro, Lampung pukul sekitar 02.40 WIB tiba-tiba ada segerombolan motor bawa parang, molotof ,3-4 anak dikejar terlihat molotof meledak dan 1 motor terjatu,” tulis akun tersebut.

Video itupun mendapat tanggapan dan komentar ratusan akun netizen sehingga menjadi atensi pemerintah Kota Metro. Atas viralnya video amatir aksi tawuran tersebut, Polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan sejumlah korban serta meringkus sejumlah pelaku tawuran.

Saat dikonfirmasi GERABANG1NEWS.COM . Kapolres Metro AKBP Heri Sulistyo Nugroho melalui Kasat Reskrim IPTU Rosali membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan dan mengamankan sejumlah pelaku.

“Iya benar, yang pertama kami telah mengungkap kasus video viral tawuran yang terjadi di jalan Soekarno- Hatta, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat pada tanggal 26 Mei 2024 Sekira jam 03.00 WIB. Jadi kronologinya tawuran tersebut diduga dilakukan oleh Genk motor yang berasal dari Lampung Timur, Bandarlampung dan Lampung Selatan,” jelasnya saat dikonfirmasi GERABANG1NEWS.COM . melalui sambungan telepon, Rabu (29/5/2024).

IPTU Rosali menjelaskan, Geng Motor tersebut antara lain ialah Geng Tongkrongan Orang Senang dan Geng Motor TOR. Dua geng tersebut berasal dari Lampung Timur. Lalu Geng Motor Kansas 408 Lampung yang berasal dari Bandarlampung dan Geng Motor Tankar yang berasal dari Lampung Selatan.

“Kejadian tersebut berawal dari Genk Motor Tongkrongan Orang Senang dan Genk Motor TOR mengajak tawuran Genk Motor Kansas 408 Lampung melalui via Instagram dan bersepakat untuk bertemu atau tawuran di Kota Metro. Kemudian ketiga Genk Motor tersebut bertemu dijalan Jendral Sudirman dan setelah itu Genk Motor Kansas 408 Lampung menyerang Genk Motor Tongkrongan Orang Senang dan Genk Motor TOR menggunakan kembang api,” terangnya.

“Karena Genk Motor Tongkrongan Orang Senang dan Genk Motor TOR kalah jumlah, mereka lari ke Jalan Soekarno-Hatta dan salah satu anggota Genk Motor dari Lampung Timur terjatuh karena masuk ke dalam lubang dan Genk Motor Kansas 408 Lampung terus mengejar. Kemudian anggota Genk Motor TOR lari ke RS Muhammadiyah Kota Metro meminta bantuan warga, setelah itu warga keluar dan Genk Motor Kansas 408 Lampung langsung berbalik arah dan meninggalkan tempat kejadian tersebut,” imbuhnya.

Dalam penyelidikan atas kasus tawuran antar Geng tersebut, Tekab 308 Presisi Polres Metro mendapati informasi bahwa ada yang menggunakan senjata tajam jenis pedang.

“Kemudian sekira jam 21.30 WIB, kami mengamankan anak pelaku berinisial ARS usia 14 tahun. Kemudian dilakukan pengembangan dan didapati terduga anak pelaku berinisial AW usia 16 tahun berikut barang bukti 1 bilah senjata tajam jenis pedang. Mereka ini merupakan anggota Geng Motor Tongkrongan Orang Senang asal Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur,” kata Kasat Reskrim Polres Metro.

Dalam pengungkapan pertama tersebut, Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang anak saksi korban yang berasal dari Geng Motor TOR. Keduanya berinisial FPP (18) dan DAA (14) yang juga warga Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur.

Setelah dilakukan pengembangan, pada Selasa (28/5/2024) sekitar pukul 10.00 WIB Polisi kembali mengamankan sebanyak empat orang terduga anggota Geng Motor pelaku tawuran yang viral.

“Tim Tekab 308 Presisi Polres Metro mengamankan diduga anak pelaku berinisial GH usia 17 tahun pelajar asal Jalan Tapir Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat yang mana GH ini berperan sebagai admin Geng Motor Poesat Stress dan mengajak Geng Motor TOR untuk tawuran melawan Geng Motor Lampung,” ujar Kasat.308

“Kemudian dilakukan pengembangan dan didapati diduga anak pelaku berinisial HR usia 15 tahun yang berperan sebagai joki motor yang mana jika ada anggota yang akan menyerang atau akan kabur belum naik ke motor anggota yang lainnya anak pelaku tersebut yang menjemput anggota tersebut. Lalu AF usia 16 tahun yang berperan memiliki dan membawa senjata tajam jenis celurit pada saat tawuran. Mereka berdua ini merupakan warga Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat,” tambahnya.

IPTU Rosali juga menerangkan bahwa usai mengamankan kedua terduga anak pelaku dan barang bukti celurit untuk tawuran, Polisi kembali mengamankan anak pelaku lainnya berinisial FA (14) pelajar asal Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat yang berperan membawa senjata tajam jenis pedang saat tawuran.

Kasat bahkan mengungkapkan bahwa aksi tawuran yang viral di Metro Barat itu melibatkan 6 Geng Motor yang berasal dari sejumlah wilayah di Lampung. Diantaranya ialah Geng Motor Poesat Stress dan Geng Motor Ropega yang berasal dari Kota Metro. Kemudian Geng Motor Tongkrongan Orang Senang dan Geng Motor TOR yang berasal dari Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur.

Lalu Geng Motor Kansas 408 Lampung yang berasal dari Bandarlampung dan Geng Motor Tankar yang berasal dari wilayah Lampung Selatan. Kini ke-enam anak pelaku tawuran yang diduga merupakan anggota dari sejumlah Geng Motor tersebut berikut barang buktinya telah diamankan di Mapolres Metro.

Atas insiden tawuran antar Geng Motor tersebut, Polres Metro mengimbau agar orang tua anak dapat mengawasi pergaulan buah hatinya dan membatasi jam bermainnya.

“Himbauan buat orang tua terhadap maraknya geng motor baik dari Lamtim, Metro, Lamsel, Bandar Lampung yang ditemukan beraksi di Kota Metro, mari kita perhatikan anak-anak bahwa paling lama jam 10 malam sudah berada di rumah. Karena aksi Geng Motor di Metro berlangsung mulai jam 12 malam sampai jam 4 subuh,” bebernya.

“Kemudian lakukan pengecekan terhadap anak-anaknya dikamar tidur dengan teliti ada tidaknya dikamar. Perhatikan pemasangan poster terbaca sebuah kelompok Geng Motor dan lainnya harap ditegur dan lakukan penyelidikan oleh orang tua apa bila ada gejala kelompok atau Geng. Mohon perhatikan keadaan kama, cek senjata tajam yang disimpan anak dibawah tempat tidur, lemari dan tergantung dibelakang pintu dan lainnya kemudian segera lakukan penyitaan oleh orang tua dan di musnahkan,” sambungnya.

Tak hanya itu, Kasat juga mengimbau agar para orang tua di Metro dapat memberikan perhatian lebih kepada buah hatinya serta rutin memberikan nasihat baik. Polisi mengindikasi anak setingkat SMP dan SMA di Metro rawan bergabung ke jaringan Geng Motor.

“Kami juga mengimbau dewan guru agar benar-benar memperhatikan gelagat murid seperti menulis sesuatu di bagian baju, tas maupun buku yang mengindikasikan nama Geng tertentu. Lalu, rutin melakukan razia minimal 1 sampai 2 kali seminggu dan lakukan secara tentatif mencegah hal geng motor. Terakhir, perhatikan kelompok- kelompok gerombolan pergaulan anak disekolah yang dinilai tidak wajar lalu segera dilakukan tindakan dari sekolah,” tandasnya. RED /KASTRO

Kini Polisi masih melakukan pengembangan terhadap keterlambatan sejumlah anak yang diduga anggota gangster dalam tawuran tersebut. Sementara enam anak pelaku yang diamankan terancam Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951.

LEAVE A REPLY