Polda Lampung Tangkap Satu Pelaku Jual Beli Mobil Bodong

0
91
Halaman humas polda lampung.

Gerbang1news com .lampung,”Polda Lampung berhasil menangkap (K) , salah satu anggota komplotan jual beli kendaraan Bodong yang telah menjadi target operasi Ditkrimum Polda Lampung.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika mengungkapkan, peristiwa itu berawal dari penyelidikan terhadap informasi tentang adanya transaksi jual beli kendaraan bodong di Jalan Pagar Alam, Segala Mider, Langkapura pada tanggal 5 April 2024 lalu.

Kemudian, pada 6 April polisi mendapatkan kembali informasi tentang transaksi di Rumah Makan Kapau Minang Indah sekitar pukul 01.00 WIB. Pada dini hari tersebut, dua anggota Polri mendatangi lokasi dan menemukan tujuh orang menggunakan dua mobil, empat orang di Mobil Fortuner putih VRZ dan tiga orang di mobil Honda Jazz warna abu.

Melihat jumlah pelaku, dua anggota kembali ke Mako untuk menambah personel. Namun tanpa diduga, pelaku dengan menggunakan mobil Toyota VRZ mengikuti petugas dan melakukan penyerangan. Di jalan tempat putar balik arah Mako Polda Lampung, pengendara toyota VRZ menghadang mobil yang dikendarai personel dan salah satu pelaku turun dari mobil sisi kiri dan menodongkan senjata api ke arah personel Ditkrimum. Karena merasa dalam bahaya, personel tersebut menyalip mobil Toyota VRZ dan masuk ke mako Polda Lampung. Pada saat yang sama pelaku terdengar letusan 3 kali. Kemudiam mobil toyota VRZ melajukan kendaraannya kencang dan terdengar letusan lagi sebanyak 4 kali.

Selanjutnya, personel Ditkrimum melakukan penyelidikan dan dapat menangkap satu orang pelaku yang berada di dalam mobil honda jazz warna abu.

“Dari satu pelaku ini kami kembangkan dan mendapatkan informasi pelaku lain atas nama OS als A. Petugas kerumahnya, namun pelaku tidak ada. Setelah melakukan penggeledahan ke rumah OS alias A dan menemukan beberapa barang di rumah tersebut,” ungkapnya, Minggu, 7 April 2024.

Meski tak menemukan pelaku, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga hasil tindak kriminal. Barang bukti yang ditemukan dari lokasi penggeledahan antara lain, 10 kunci kontak kendaraan, 1 unit sepeda motor, serta sejumlah fotocopy STNK.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan dua unit drone di lokasi. Kedua drone itu diduga digunakan para pelaku untuk melakukan pengintaian terhadap pemilik kendaraan yang menjadi target operasi.

“Jumlah komplotan yang telah teridentifikasi terdapat 5 orang, 4 tersangka lainnya sudah kami kantongi identitasnya dan masih dalam pencarian,” tutup Kabid Humas. (Merah).red /imam

LEAVE A REPLY