Rohmat dan Lima Anaknya Tinggal di Gubuk Reot

0
211
Kondisi bangunan gubuk tempat Rohmat dan ke lima anaknya tinggal./Sultan Effendi

Gerbang1news.com, Tanggamus – Seorang dua, warga dusun Kebumen RT. 001/001, Pekon Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, bersama lima anaknya tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH).

Dia adalah Rohmat (50), buruh tani harian lepas itu harus bertahan tinggal di rumah gubuk reyot bersama lima anaknya. Hasil dari pekerjaannya pun terkadang tidak mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Saya dan keluarga kalau mau mencuci, mandi dan buang hajat (BAB) ya harus ke sungai, apa lagi kalau hujan tiba, rumah saya banyak yang bocor mas,” ujar Rohmat dengan mata yang berkaca-kaca.

Rohmat sangat berharap kepada pemerintah daerah agar dirinya mendapat bantuan bedah rumah yang sedang di gadang-gadangkan oleh Bupati Tanggamus.

“Ya, untuk bantuan dari pemerintah pekon ada, tapi masih belum cukup, ya saya sangat berharap kepada Ibu Bupati agar dapat memberikan bantuan bedah rumah,” harapnya.

Ditempat yang sama, ketua Rt setempat Junaidi mengatakan, keluarga bapak Rohmat tinggal dirumah tidak layak huni (RTLH) dan kondisinya sangat memprihatikan

“Saya selaku Rt merasa kasian sekali melihat keadaan rumah bapak Rohmat yang berdindingkan papan dan gribik (red- anyaman bambu) nampak terlihat lapuk dan atapnya sudah banyak yang bocor,” ujar Junadi.

Sementara kepala pekon setempat Yuhendri mengatakan, dirinya sedang berusaha mengangkat beban kehidupan terutama rumah, tempat tinggal warga pekon yang ia pimpin.

“Kami dari pihak pekon sedang berusaha untuk membuat proposal untuk diajukan ke dinas terkait agar rumah warga masyarakatnya yang tidak layak huni (RTLH) mendapatkan bantuan bedah rumah,” ujar Kakon.

Yuhendri yang belum genap setahun menjabat sebagai Kakon tersebut mengatakan, dirinya selaku kakon akan memperhatikan khususnya bagi tempat tinggal warganya yang RTLH.

“Terkait rumah pak Rohmat itu masih mending, ada rumah warga saya yang mau roboh malah, ya mudah-mudahan ke depan Pemda khususnya dinas terkait dapat merealisasikan apa yang kita ajukan (red- proposal),” harap kakon.(Tan)

LEAVE A REPLY