CV Rajo Siap Buktikan Kecurangan Lelang Proyek UPL LPSE Tanggamus

0
128
Website lelang proyek UPL Kabupaten Tanggamus./Sultan Effendi

Gerbang1news.com, Tanggamus – Direktur CV Rajo menyatakan sikap sial membuktikan kecurangan pada proses lelang proses di laman Website Unit Layanan Pengadaan (UPL) Kabupaten Tanggamus. Pihaknya menduga, proses lelang proyek diduga kuat ada setingan (red- dikondisikan).

Menurut direktur CV Rajo, DK salah satu tender proyek peningkatan penguat tebing way semuong dengan pagu 4,5 milyar, pesertanya yang masuk hanya tiga peserta dan untuk tahap tanggal upload pertama sampai dengan tutup link LPSE setempat tidak bisa dibuka.

“Peserta tender ini (red-proyek way semuong) yang masuk hanya tiga peserta, jelas itu penganten semua, karena penurunan gak rasional dari nilai Rp 4.499.999.228,ke Rp 4.363.258.258 hanya turun 3%, ini penawaran yang termurah (red-terendah) dan diduga mereka ngunci pada saat upload dokumen,Siap kita ada rekamannya, semua dari tanggal upload sampai dengan tutup,” jelasnya, Minggu (20/6/2021).

Ia mengaku bingung pada sistem pendaftaran peserta lelang proyek pada Website ULP tersebut.

“Kami ada rekamannya, jadi kalau yang tiga perusahaan ini bisa nge-upload, kita mau lihat nge-uploadnya darimana, kalau mesti dibuktikan, ya kita buktikan, kalau kata panitia, peserta lain nge-upload itu buktinya bisa, biarkan hukum yang bicara, hukum yang membuktikan karena jejak digital itu enggak bisa hilang, jejak digital itu tercatat kapan dari ITE mana, ini saya duga panitia yang upload bukan pesertanya, itu sejak tanggal upload sampai tutup rekaman kita punya,bahwa LPSE itu gak bisa dibuka,” ungkapnya.

Masih kata DK, Terkait berita sanggahan dari salah satu media online lain, dirinya berharap agar mereka membuka linknya http://lpse.tanggamus.go.id, mengapa mereka melakukan maintenance di tanggal upload.

“Disitu (red-link LPSE) ada pengumuman bahwa pada tanggal 19 sampai dengan tanggal 21 Juni, link LPSE akan ada maintenance (perawatan) sedangkan pada saat itu ada tanggal upload kenapa mereka melakukan maintenance ditanggal upload,ya kita liat aja besok mudah-mudahan gak tutup,” ujar DK

Ia menambahkan, “Pada tahun 2020 (16/05/2020) muncul dalam LPSE Tanggamus bahwa paket pekerjaantelah selesai di tender dan muncul nama nama pemenangnya, yang mana hari bahkan bulan sebelumnya belum pernah sekalipun pihak ULP menanyangkan tender paket tersebut (bukti rekaman LPSE kami ada), dalam tehnik ini dapat kami jelaskan metode cara pengondisian mereka (red-ULP) dimana mereka melakukan Cloning website dengan menampilkan website palsu, sementara mereka bekerja dalam website asli.” Paparnya.

Sementara, Sarwo Hady, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten setempat mengatakan, LPSE Kabupaten Tanggamus bekerja sesuai aturan dan SOP yang telah ditetapkan oleh LKPP.

“Aplikasi LPSE dibuat oleh LKPP dan kami LPSE hanya menjalankan aplikasi tersebut, server LPSE Kabupaten Tanggamus ada di jakarta, dan tidak ada pihak dari mana pun yang dapat mengutak atiknya, dan dijamin website LPSE tersebut aktif 24 jam kecuali kalo ada maintenance,” terang Sarwo saat dikonfirmasi,(18/6)

Sarwo juga menerangkan, pihaknya sudah bekerja secara profesialonal dan sesuai dengan aturan yang ada.

“Kami di ULP mempunyai kode etik tidak boleh berhubungan secara langsung ataupun tidak langsung, baik melalui telpon atau media laennya pak, kecuali saat verifikasi pekerjaan. Server kami ada di jakarta, dan LPSE pada tahun 2020 kami telah daudit oleh BPK dan ikut areal intervensi korsupgah KPK pak,” terang Sarwo, melalui pesan Watshapnya.

Sarwo juga menambahkan, dirinya membantah kalau dikatkan tidak online, karena menurutnya jika terjadi pihaknya pasti terkena teguran.

“Kalo kami tidak online kami langsung kena teguran langsung dr LKPP pak, dan itu ditujukan tempat server berada di jakarta, dan kami belum mendapatkan peringatan atau teguran dr LKPP. Website kami punya LKPP pak, kami tidak pernah tau ada website palsu, baru dengar ini,” sanggah Sarwo.(Tan)

LEAVE A REPLY