Ketua PMI Waykanan Kunjungi Pasangan Lansia disebuah Gubuk Reot

0
124
Rombongan PMI Waykanan mengunjungi gubuk reot tempat tinggal pasangan Lansia kakek Arsad dan nenek Rawi./Deky Saputra

Gerbang1news.com, Waykanan – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Waykanan, Edward Anthony menyambangi kediaman pasangan Lansia yang tinggal di sebuah gubuk reot di Kampung Bumi Dana Kecamatan Way Tuba, Minggu (17/5/2020).

Dalam kunjungannya, Edward Anthony beserta rombongan memberikan tali asih dan bantuan sembako kepada pasangan Lansia tersebut.

Edward Anthony mengatakan, kegiatan PMI Peduli adalah pemberian bantuan kepada yang berhak mendapatkan bantuan tapi tidak mendapatkan bantuan BLT,PKH dan bantuan lainnya dari Kementerian Sosial RI.

“Untuk pasangan kakek dan nenek ini kami juga membantu nya untuk mendapatkan bantuan rumah yang akan di ajukan ke Dinas Sosial,” katanya.

Edward berharap kegiatan seperti ini juga menjadi pemicu bagi pihak-pihak lain untuk ikut serta bahu-membahu membantu baik masyarakat maupun tenaga kesehatan yang selalu setia melayani masyarakat Waykanan dalam masa pandemi COVID-19.

Atas keprihatinan penderita nasib kakek nenek ini Ketua PMI Way Kanan DR.Drs.H. Edward Anthony.MM, bersama kepala Markas PMI Way Kanan Yoni Aliestiadi,SH beserta Pengurus PMI Waykanan Pebri,SH.MH dan Abdullah Candra Kurniawan.SH. mendatangi kediaman mereka di Kampung Bumi Dana Kecamatan Way Tuba.

Selain itu atas inisiatif ketua PMI Waykanan Edward Anthony kakek dan nenek ini diusulkan untuk mendapatkan bantuan bangunan rumah yang dari Program PKH di Dinas Sosial.

Dalam kesempatan itu pula, Ketua PMI Waykanan juga menyaksikan hibah tanah buat pasangan Kakek dan nenek ini dari salah satu warga , sehingga dengan adanya hibah tanah dengan ukuran 9×12 Meter dapat dibangun rumah yang layak untuk mereka.

Pasangan kakek nenek Arsad dan Rawi (75 Tahun) yang hidup di Gubuk Reok dengan beralaskan tanah ukuran 4×6 meter, di dalam gubuk terlihat kumuh hanya ada tempat tidur dan sekaligus menjadi dapur.

Pekerjaan semrawut untuk makan sehari-hari, dan rumah menyendiri jauh dari tetangga dan tinggal ditengah kebun milik kerabatnya.

Kakek Arsad menyatakan dihadapan ketua PMI Waykanan, mereka tinggal hampir 4 tahun di kampung Bumi Dana Kecamatan Waykanan, yang semula dari Bukit kemuning Lampung Utara.

“Kami hidup hanya berdua digubuk ini, pekerjaan kami tidak menentu dan sangat jauh sekali dari kata sejahtera, saat ini kami tidak pernah mendapat bantuan baik BLT DD, PKH dan bantuan lainnya,” kata kakek Arsad.(Eky)

LEAVE A REPLY