
Gerbang1news.com – Metro
Sikap Wali Kota Metro yang memilih diam saat ditanya soal nasib Tenaga Harian Lepas (THL) kembali memantik kritik keras. Di tengah polemik pemberhentian ratusan honorer, publik justru disuguhi kepemimpinan yang seolah menutup pintu komunikasi dan menghindari pertanggungjawaban.
Sejumlah sumber menyebut, ratusan THL yang sebelumnya dijanjikan tidak akan dirumahkan, justru kehilangan pekerjaan tanpa kejelasan. Ironisnya, ketika awak media berusaha meminta konfirmasi, sang wali kota memilih bungkam. Sikap ini dinilai memperlihatkan ketidakpekaan terhadap penderitaan para pekerja honorer yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik.
Padahal sebelumnya, Wali Kota Metro sempat menyatakan komitmen untuk tidak merumahkan ratusan THL. Bahkan janji itu disebut dituangkan secara tertulis dalam kesepakatan bersama.
Namun kenyataannya, kontrak banyak tenaga honorer tidak diperpanjang, sehingga mereka kehilangan penghasilan secara mendadak.
Kekecewaan para THL pun memuncak. Mereka tidak hanya kehilangan pekerjaan, tetapi juga merasa dikhianati oleh janji yang sebelumnya diucapkan pemimpin daerah. Bahkan, persoalan ini sampai berujung laporan polisi terhadap wali kota atas dugaan penipuan janji terkait komitmen tidak merumahkan honorer.
Situasi tersebut memperlihatkan krisis kepemimpinan yang serius.
Saat rakyat membutuhkan penjelasan, pemimpin justru memilih diam. Ketika ratusan kepala keluarga kehilangan penghasilan, pemerintah daerah tidak menghadirkan solusi konkret.
Sejumlah elemen masyarakat menilai, alasan regulasi pusat tidak bisa dijadikan tameng untuk lepas tanggung jawab. Kepala daerah seharusnya memiliki keberanian politik untuk memperjuangkan rakyatnya, bukan sekadar bersembunyi di balik aturan.
Kini, yang dipertanyakan publik bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal integritas. Janji politik yang diucapkan di hadapan rakyat seharusnya menjadi komitmen moral, bukan sekadar retorika kampanye.
Jika pemimpin terus memilih diam, maka kepercayaan publik akan runtuh dengan sendirinya. Sebab, bagi para THL yang dirumahkan, yang mereka butuhkan bukan janji, bukan alasan, tetapi kepastian hidup.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Wali Kota Metro terkait nasib para THL yang diberhentikan. (red)

