
Gerbang1news.com – Metro – Lampung
latar belakang terselenggaranya program SITARO yaitu berdasarkan riset Atlas Tobbaco, Indonesia menduduki ranking tiga negara dengan jumlah perokok tertinggi di dunia. Jumlah perokok di Indonesia tahun 2016 mencapai 90 juta jiwa. Indonesia menempati urutan tertinggiprevalensi merokok bagi laki-laki di ASEAN yakni sebesar 67.4%. kenyataan itu diperparah semakin muda usia perokok indonesia.
Tujuan umum program SITARO yaitu meningkatkan pengetahuan peserta tentang bahaya rokok dan bagaimana upaya untuk berhenti merokok di sekolah wilayah kerja puskesmas mulyojati. cara pelaksanaan kegiatan yaitu pelaksanaan kegiatan sosialisasi upaya berhenti merokok ini sesuai dengan tata nilai puskesmas mulyojati, yaitu CERIA (Cepat, Efektif, Real Time, Inovatif, Akuntabel)


Prosedur SOP GERAK SI TARO yaitu :
1. menjalani kerjasama dengan sekolah kolah sasaran gerak nsi TARO
2. Memberikan penyuluhan mengenai upaya berhenti merokok
3. membentuk kader-kader “GERAK SI TARO”
4. Mendeteksi faktor risiko merokok
5. Melakukan pengukuran kadar CO paru dengan CO analyzer
6. Membantu perokok untuk berhenti merokok
7. Membangun motivasi untuk berhenti merokok
8. Menciptakan lingkungan yang mendukung
9. Merujuk ke FKT untuk layanan UBM (Upaya Berhenti Merokok)
10. Konseling lanjutan
adapun beberapa sekolah yang dilakukan uji coba SITARO yaitu SMK Nuhanadiyah Metro jumlah 10 kader, SMAN 2 Metro yaitu 12 kader, SMP Mu Ahmad Dahlan yaitu 15 kader dan SMPN 9 Metro yaitu 16 kader. (ADV)

