Pengerjaan Rigid Beton Lambat, Pedagang di Jalan Suttan Syahrir Metro Merugi

0
104

Gerbang1news.com, Metro – Pedagang di sekitar jalan Suttan Syahrir Metro Timur, terkena dampak debu dari proses pembangunan jalan rigid beton tersebut. Pedagang meminta satuan kerja terkait segera menyelesaikan pembangunan jalan rigid beton itu.

Selain berkurangnya pendapatan para Pedagang, bahkan mengganggu kesehatan baik Pengguna jalan maupun Warga sekitar. Sehingga jika ada masalah dengan Pihak ketiga ada baiknya cari Pemborong yang lain yang lebih profesional.

Salah seorang Pemilik Rumah makan Padang yang berdagang dipinggir jalan tersebut bernama Bagindo menyayangkan sikap Pemerintah provinsi Lampung yang membuat proses pembangunan terhenti.

“Seharusnya Mereka bisa saling menghargai, di sini ada rumah Orang tuanya Sekda propinsi Lampung yang setiap saat terimbas debu yang beterbangan, kalau Saya Masyarakat kecil bisa tidak dianggap, tidak apa apa, tapi di sinikan ada rumah Orang tua Pejabat Provinsi Lampung, atau kalau memang Pemborong tidak sanggup lagi karena tidak memiliki modal diganti saja, gelar lelang ulang” ungkap Bagindo kesal.

Pun demikian juga dengan Pemilik salah satu apotik di TKP bernama Ning Budi Astuti, Dirinya mengaku harus memasang pintu kaca untuk melindungi obat obatan yang dijual dari debu yang setiap saat beterbangan dan mengotori obat obat yang dijual. Bahkan saat ini menjadi titik nadir dari pendapatan apotik miliknya, yaitu pendapatan atau omzet apotiknya berkurang lebih dari lima puluh persen.

“Bapak bisa lihat sendiri kondisi di sepanjang jalan ini, kalau pendapatan berkurang hingga lima puluh persen okelah, tapi debu ini yang akan menimbulkan berbagai penyakit, bagi Saya, Anak serta Karyawan’ ungkapnya.

“Dangkal amat pemikiran mu Bos, Pemerintah yang belum bayar. Bukan Pemborongnya gk punya uang”, ujarnya melalui menanggapi postingan Warga 24 tersebut.

Sehingga sekarang timbul pertanyaan, jangan jangan yang memasang spanduk yang bertuliskan “Kami sudah tidak punya uang” dari Pemborongnya sendiri. Ada baiknya Pemerintahan Arinal Junaidi segera menyelidiki pemosting tulisan tersebut. Sementara saat dimintai keterangan melalui face book, Dhani Firnando tidak memberikan tanggapan.(rl)

LEAVE A REPLY