ASN di Metro Diajak Sisihkan Rp.2000 untuk Bantu Warga Kurang Mampu

0
125

Gerbang1news.com, Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot setempat dapat menyisihkan uangnya sebesar Rp2.000 per hari kerja.
Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo mengatakan, ASN diminta menyisihkan uangnya ke dalam kotak amal yang mulai disediakan ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Metro.

“Kepada seluruh ASN yang ada di masing-masing OPD untuk dapat mengisi kotak amal setiap hari setelah melakukan apel pagi,” kata Sekda, saat menjadi pembina apel mingguan di halaman kantor Pemkot setempat, Senin (16/1/2023).

Bangkit mengungkapkan, uang yang dikumpulkan tersebut nantinya akan dihimpun oleh Dinas Sosial (Dinsos) untuk kemudian diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Penyisihan uang Rp2 Ribu tersebut mulai diberlakukan hari ini. Pemberlakuan tersebut berdasarkan surat edaran nomor 061.2/48/SETDA/07/2023 tenteng pelaksanaan apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota Metro,” ucapnya.

Selain itu, Bangkit juga mengaku telah membuat aplikasi e-Kinerja sebagai acuan disiplin para ASN. “Harapannya, melalui e-Kinerja dapat meningkatkan disiplin ASN,” bebernya.

Dalam melakukan absens, nantinya dapat menentukan berapa besaran tunjangan tambahan penghasilan pegawai yang didapatkan.

Tak hanya itu, ASN juga diminta untuk segera menyelesaikan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sebelum audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Lampung.

Menanggapi hal itu, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro mempertanyakan motif sumbangan sebesar Rp 2 Ribu per hari yangdibuat Dinas Kominfo ke laman info.metrokota.go.id

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro, Amrulloh menyampaikan, pada prinsipnya jika pernyataan Sekda dalam apel mingguan di Halaman kantor Pemkot Metro merupakan imbauan untuk seluruh ASN maka akan didukung.

“Kalau itu imbauan apalagi gerakan sosial yang namanya amal ya sebaiknya dilakukan terus-menerus, apalagi disuruh masukin ke kotak amal kan tidak diwajibkan besarannya,” kata Amrulloh.

Ia menilai, jika pernyataan tersebut merupakan imbauan maka bukan merupakan kewajiban yang harus diikuti oleh seluruh pegawai.

“Kalau imbauan kan bukan kewajiban, tapi mengajak untuk kebaikan itu tuntunan dan ajaran agama. Kalau harus ditentukan besarannya maka itu seharusnya kembali ke pribadi masing-masing,” ujarnya.

Amrulloh justru menyarankan jika sumbangan sebesar Rp2 Ribu merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seluruh ASN. Menurutnya, perlu dasar hukum yang kuat untuk merealisasikan pertanyaan tersebut.

“Tapi jika itu merupakan kewajiban maka kurang tepat. Karena harus ada landasan hukumnya kalau itu menjadi kewajiban,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro, Sutikno menjelaskan bahwa terdapat, 3.669 orang ASN aktif di Bumi Sai Wawai per Desember 2022.

“Kalau honorer tanya pak Joko langsung, kalau ASNnya nanti saya lihat dulu angkanya,” singkatnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data BKPSDM Kota Metro per Desember 2022, terdapat jumlah ASN aktif sebanyak 3.669 orang. Maka jika dikalikan Rp2 ribu per hari, uang yang terkumpul sebanyak Rp 7.338.000 per hari.

Jika masa kerja ASN perbulan rata-rata 20 hari kerja, maka dalam sebulan uang yang terkumpul mencapai Rp146.760.000. sementara dalam setahun, uang yang terkumpul diprediksi mencapai Rp1.761.120.000.

Maka setiap ASN di Metro bakal merogoh kocek sebesar Rp480 Ribu per tahun untuk merealisasikan program pemerintah berdasarkan edaran yang telah didistribusikan.

Sebelumnya, Pemkot Metro meminta ASN di lingkungan Pemkot setempat dapat menyisihkan uangnya sebesar Rp 2 Ribu per hari kerja. Penarikan uang Rp 2 Ribu tersebut mulai diberlakukan hari ini, Senin (16/1/2023).

Pemberlakuan tersebut berdasarkan surat edaran nomor 061.2/48/SETDA/07/2023 tenteng pelaksanaan apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota Metro.(rl)

LEAVE A REPLY