Belakangan ini terus-menerus kita semua mendapat kabar duka dari teman, kerabat, saudara dan pemberitahuan dari pengeras suara (toa masjid) atas meninggalnya saudara/i di lingkungan tempat tinggal kita masing-masing.

Kepergian saudara kita tentu banyak faktor, mulai dari sakit keras, sakit secara tiba-tiba, bahkan di vonis positif covid 19. Hal tersebut pastinya membuat kita semua merasa terpukul atas kepergian saudara/i kita sekalian.

Tingkat kematian yang begitu tinggi saat ini seharusnya membuat kita sadar untuk selalu berdoa, mendekat kan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu dalam ridho-Nya serta limpahan rahmat-Nya.

Di tengah-tengah ketidakpastian wabah Covid-19 atau yang biasa kita kenal corona membuat segala aktivitas sosial, ekonomi, budaya di batasi untuk menghindari terjadinya penularan wabah Covid-19.

Hal ini yang kemudian memicu tidak produktifnya masyarakat dan berdampak tidak baik terhadap kesehatan. boleh jadi pembatasan segala aktifitas ini pula yang membuat kebutuhan ekonomi tidak tercukupi sehingga tidak terpenuhinya nutrisi.

Tingginya tingkat kematian seharusnya tidak di manfaatkan pemerintah untuk mempersulit prosedur di tenaga kesehatan khususnya rumah sakit. Bukan lagi rahasia umum di tengah pandemi Covid-19 rumah sakit menetapkan (mekanisme) calon keluarga pasien diminta untuk menandatangani surat positif corona, hal ini jelas bertentangan dengan Undang-undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial pasal 42 ayat (1),(2), dan (3). Sangat di sayangkan apabila keadaan yang sedang tidak baik-baik saja ini justru di manfaatkan sebagai klaim Covid-19.

Karena pemerintah bertanggung jawab penuh atas kesehatan masyarakat sesuai Perpres No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, Undang-undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Dalam hal ini harapan kedepannya pemerintah pusat maupun daerah dapat semaksimal mungkin menyelesaikan persoalan-persoalan yang saat ini terjadi.

(MEDY ARISTIAN; Ketua Bidang KPKL Metro, Mantan Ketua Umum HMI Komisariat Syarah IAIN Metro 2017-2018, Demisioner Ketua Bidang PAO HMI Cabang Metro 2018-2019)

By Gerbang1news.com

Pimpinan Umum/Redaksi Hermansyah. TR/ Imam Ardiansyah Penasehat Perusahaan Wahid Hasyim Advokat Amrullah, Rio Renaldo, S.H.Sta Administrasi Niken Biro/Wartawan Provinsi: Pakri.M Bandarlampung: Luki Napoleon, Pesawaran: Pringsewu:-, Tanggamus: Sultan Efendi, Irham. Lampung Barat: Riki Saputra, Pesisir Barat: Yuli, Riki Saputra Lampung Selatan: -, Lampung Utara: Syaparuddin Syam (Biro) Doni Mansyah A.Md, Lampung Timur: Haris, Rusman Ali. Lampung Tengah: Kuswandi , Rusli, Luki Napoleon, Khairul Arin. Metro: Imam Ardiansyah, Luki, Pakri, Rusli. Tulangbawang: Nurwan, Yuda Ardiansyah. Tulang Bawang Barat: Dhanie Tubagus, Hasan Tori Mesuji:-, Waykanan: M.Fikri. Fotografer : Hendi, Eko Susanto Ka. Pengembangan & Iklan : Putri, Widyasari, Pakri, Luki, Ka. Pemasaran : Pakri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot gacor

slot gacor anti rungkad

Analisis Evaluasi Variansi dan Probabilitas Data untuk Membaca Pola Pembayaran Permainan dengan Lebih Cermat
Mengulas Risiko dan Variansi pada Tren Wild Bandito yang Banyak Diperhatikan Penggemar
Cara Memahami Analisis Probabilitas dan Data RTP agar Ekspektasi Bermain Tetap Realistis
Strategi Membaca Perilaku Permainan untuk Menata Target Sesi dan Risiko dengan Perhitungan Lebih Tepat
Menelusuri Hubungan Metrik RTP Mahjong Ways dengan Perilaku Pengguna di Era Data Modern
Kenapa Pengamatan Digital yang Terkumpul Menjadi Dasar Literasi Data untuk Keputusan Lebih Bijak
Menilai Kondisi RTP Rendah Lewat Manajemen Risiko dan Variansi secara Lebih Objektif
Korelasi Teknologi dan Perilaku Pengguna Membuka Cara Baru Memahami Ekosistem Permainan Digital Global
Membaca Alur Gate of Olympus lewat Sinkronisasi Simbol Berulang dengan Pendekatan yang Lebih Konsisten
Panduan Dasar Memakai Pola Baccarat untuk Menentukan Banker atau Player dengan Rasio Lebih Akurat Presisi