Tingginya Kasus Kematian Covid-19

0
123

Belakangan ini terus-menerus kita semua mendapat kabar duka dari teman, kerabat, saudara dan pemberitahuan dari pengeras suara (toa masjid) atas meninggalnya saudara/i di lingkungan tempat tinggal kita masing-masing.

Kepergian saudara kita tentu banyak faktor, mulai dari sakit keras, sakit secara tiba-tiba, bahkan di vonis positif covid 19. Hal tersebut pastinya membuat kita semua merasa terpukul atas kepergian saudara/i kita sekalian.

Tingkat kematian yang begitu tinggi saat ini seharusnya membuat kita sadar untuk selalu berdoa, mendekat kan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu dalam ridho-Nya serta limpahan rahmat-Nya.

Di tengah-tengah ketidakpastian wabah Covid-19 atau yang biasa kita kenal corona membuat segala aktivitas sosial, ekonomi, budaya di batasi untuk menghindari terjadinya penularan wabah Covid-19.

Hal ini yang kemudian memicu tidak produktifnya masyarakat dan berdampak tidak baik terhadap kesehatan. boleh jadi pembatasan segala aktifitas ini pula yang membuat kebutuhan ekonomi tidak tercukupi sehingga tidak terpenuhinya nutrisi.

Tingginya tingkat kematian seharusnya tidak di manfaatkan pemerintah untuk mempersulit prosedur di tenaga kesehatan khususnya rumah sakit. Bukan lagi rahasia umum di tengah pandemi Covid-19 rumah sakit menetapkan (mekanisme) calon keluarga pasien diminta untuk menandatangani surat positif corona, hal ini jelas bertentangan dengan Undang-undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial pasal 42 ayat (1),(2), dan (3). Sangat di sayangkan apabila keadaan yang sedang tidak baik-baik saja ini justru di manfaatkan sebagai klaim Covid-19.

Karena pemerintah bertanggung jawab penuh atas kesehatan masyarakat sesuai Perpres No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, Undang-undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Dalam hal ini harapan kedepannya pemerintah pusat maupun daerah dapat semaksimal mungkin menyelesaikan persoalan-persoalan yang saat ini terjadi.

(MEDY ARISTIAN; Ketua Bidang KPKL Metro, Mantan Ketua Umum HMI Komisariat Syarah IAIN Metro 2017-2018, Demisioner Ketua Bidang PAO HMI Cabang Metro 2018-2019)

LEAVE A REPLY