PN Menggala Gelar Sidang Lapangan Konflik Lahan Warga di Gunung Tapa

0
235
PN Menggala sidang lapangan polemik lahan warga di Kampung Gunung Tapa kecamatan Gedung Meneng./Nurwan

Gerbang1news.com, Tulang Bawang – Pengadilan Negeri Tulang Bawang melakukan Sidang Lapangan perkara perdata No 27/pdt.G/2020/PN.MGL di Kampung Gunung Tapa kecamatan Gedung Meneng, Selasa 11 september 2020 lalu.

Sidang lapangan dipimpin oleh ketua majelis hakim Dina Puspa Sari SH MH, dan dua anggota Donny SH, Yulia Putri Rewanda SH dan satu panitera pengganti Joko Indarto SH MH serta kedua belah pihak antara penggugat Sutarso dan tergugat Bahrim Ilyas.

Dalam sidang lapangan ini majelis hakim hanya memastikan objek yang di sengketakan antara kedua belah pihak, sudah sesuai dengan surat yang di ajukan oleh penggugat dan tergugat selama di persidangan yang masih berjalan selama ini. Sebab, majelis hakim sebelum memutuskan perkara selain alat bukti surat dan saksi harus tahu objek yang menjadi permaslahan kedua belah pihak.

“Penggugat dan tergugat bahwa kita turun kelapangan bukan untuk memutuskan siapa yang menang dan yang kalah. Melainkan untuk memastikan tanah yang menjadi perselisihan bapak berdua sudah sesuai gak dengan surat Bapak ajukan di Pengadilan Negeri (PN) Menggala jangan sampai salah tempat.

Selanjutnya, hakim Donny SH, menanyakan ke penggugat terkait Objek Tanah yang di kengketakan terletak di dusun 9 Tanjung Sari. Jawaban Penggugat “iya benar”bukan terletak diKampung Gunung Tapa Tenggah Jawaban Penggugat “Buka”jadi benar ini tanahnya “iya benar”Bukan Atas Nama Darso jawaban penggugat “bukan”,Selanjut Hakim donny SH,Menanyakan ke Penggugat meminta Penggugat untuk menjelaskan Batas tanah Sengketa dan menurut Sutarso Batas Tanah Tesebut yaitu:
Sebelah barat :suwito
Sebelah timur :sugadi
Sebelah utara :jalan raya
Sebelah selatan :lebung/sungai lecil

Lalu, Hakim donny SH menanyakan ke saudara Sutarso benar ini batasnya tidak ada perubahan jawaban penggugat “Gak Perubahan Sudah benar”Tanah Bapak,bukannya Bapak berbatasan dengan :
Sebelah Utara:Tanah rawa
Sebelah Timur:Sudi
Sebelah Barat:Nardi
Sebelah selatan:jalan kampung
Lalu Sutarso menjawab “iya Bukan ,dan Hakim donny SH Menyudahin pertyaannya Sutarso.

Selanjutnya hakim Donny SH menanyakan Ketergugat Bahrim ilyas Apakah objek tanah Sengketa ini tempatnya,lalu saudara Tergugat menjawab “iya yang mulia ini Tempatnya”,lalu hakim meminta saudara Tergugat menjelaskan batas batas Tanah tersebut:
Sebelah barat :suwito
Sebelah timur :sugadi
Sebelah utara :jalan raya
Sebelah selatan :lebung/sungai lecil.

Dan Tergugat menjelaskan juga bahwa tanah di seputaran tempat objek sengketa adalah, milik keluarga besar almarhum Ilyas bin ibrahin,bahkan Almarhum ilyas bin ibrahim menghibahkan Tanah Masjid, sekolahan dan Lapangan sepak bola, tanah yang ditempati masyarakat yang berdekatan dengak objek sengketa sudah bayar semua ke orang tua saya semasa ayah saya masih hidup. Bahkan sudah jadi sertifikat tinggal sutarso lagi yang belum bayar. Hakim Donny SH menanyakan luas tanah sengketa Bahrim menjawab 1.6 ha dan Jumlah tersebut dibenarkan oleh aparat kampung dalam hal ini diwakili Oleh sekretaris Kampung Saudara Herwan.

”Bahrim ilyas saat diwawancarai oleh Awak Media menjelaskan Bahwa Objek yang di sengketakan bukan pada tempatnya, melainkan tanah tersebut terletak di kampung sebelah yaitu Kampung Gunung Tapa Tenggah. Sesuai Surat 055/SKT/GT/85. Menjadi dasar awal penggugat. Bahkan ukuran tanah saja berbeda Tanah milik Bahrim hanya 1.6 Ha. Berdasarkan pengukuran Bersama Aparat Kampung Gunung Tapa. Dan yang mereka klaim 2.25 ha dari sini saja sudah sangat berbeda Bahrim Ilyas meminta kepada majelis hakim yang menangani perkara ini dapat bersikap adil. Karena selama persidangan selama ini sampai sidang lapangan, bukti dan saksi sudah di hadirkan. Bahkan saksi Abdul Rohim yang pemilik sah surat 055/SKT/GT/85. Menyatakan bahwa surat yang dipakai Penggugat Adalah Surat milik dia dengan membawa bukti surat serta sertifikat yang diperoleh dari warisan orang tuanya yang bernama Darso.

”Dirinya Kaget saat di Datanggi Keluarga besar Almarhum Ilyas Bin Ibrahim. Kedatangan mereka kerumah saya Untuk menanyakan kebenaran Photo copy surat yang dibawa mereka,dan saya kaget kok bisa photo Copy surat saya yang di peroleh dari warisan orang tua saya Darso kok ada di mereka. Sedangkan selama ini saya Tidak pernah kasih Photo Copy surat keterangan Tanah Saya ke siapapun termasuk keluarga Almarhum iya. Seingat saya surat Asli 055/SKT/GT/85. Saya serahkan ke Panitia Pengurus yang Berada di Kampung Gunung Tapa Tenggah untuk Pembuatan Sertifikat Melalui Pengajuan Jalur Prona. Kok tiba tiba Photo Copy Surat Saya diPakai Saudara Sutarso Digunakn untuk Mengklem tanah milik Bahrim Ilyas dan Saya tidak terima Photo Copy Surat Saya disalahgunakn oleh oknum yang tidak bertangung jawab. Dan Saya akan menempuh jalur hukum agar oknum yang bersangkutan dapat diberi Sangsi yang tegas. Supaya permasalahan ini tidak terulang kembali,” tandasnya.(Wan)

LEAVE A REPLY