Ditinggal Kerja sang Ibu, Balita Empat Tahun Ditemukan Mengapung di Irigasi

0
75
Proses pemakaman balita yang ditemukan mengapung di saluran irigasi tanggul penangkis./Nurwan

Gerbang1news.com, Tulang Bawang – Kepolisian Sektor (Polsek) Rawa Jitu Selatan melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa tenggelamnya seorang Balita perempuan berumur empat tahun di saluran irigasi tanggul penangkis, Kampung Gedung Karya Jitu.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK melalui Kapolsek Rawa Jitu Selatan Iptu Wagimin mengatakan, peristiwa tenggelamnya balita tersebut terjadi hari Selasa (1/9/2020) lalu.

“Identitas korban berinisial NA (4), warga Kampung Gedung Karya Jitu, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Iptu Wagimin, Rabu (2/9/2020).

Kapolsek menjelaskan, Selasa (1/2/2020), sekira pukul 08.00 WIB, saksi Srikandi (26), berprofesi pembantu rumah tangga (PRT), mengajak korban yang merupakan anak kandungnya, ke rumah saudara Joko untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Setelah tiba di rumah tersebut, saksi langsung melakukan pekerjaannya. Sedangkan korban pergi bermain di luar rumah. Sekira pukul 17.00 WIB, saat hendak pulang ke rumahnya saksi melihat korban sudah tidak ada di sekitar rumah.

Saksi lalu berusaha mencari korban dan akhirnya korban berhasil ditemukan dalam keadaan sudah mengambang di aliran irigasi air yang berada di depan rumah saudara Joko.

“Saksi lalu berteriak meminta tolong dan datanglah saksi Adi (24), yang langsung membantu saksi dan memberikan pertolongan kepada korban. Korban lalu dibawa ke Klinik Bidan Ayu, tetapi nyawa korban tidak terselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia,” jelas Iptu Wagimin.

Kapolsek menambahkan, petugasnya yang mendapatkan informasi tentang peristiwa tersebut langsung berangkat menuju ke TKP untuk melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi.

“Hasil visum et repertum (VER) yang dilakukan petugas medis, di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan penyebab korban meninggal karena tenggelam,” tambah Iptu Wagimin.

Pihak keluarga korban telah menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah dan telah membuat surat pernyataan tidak bersedia untuk dilakukan autopsi. Korban hari itu juga langsung di makamkan oleh pihak keluarganya.(Wan)

LEAVE A REPLY