Tidak Transparan Soal ADD, Pj Kakon Gedung Agung di Laporkan ke Polres Tanggamus

0
228

Gerbang1news.com, Tanggamus – Dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dan alokasi dana desa (ADD), warga di pekon Gedung Agung, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten tanggamus, melaporkan Kepala Pekon setempat ke Polres Tanggamus dan Inspektorat.

Menurut Asniludin, warga setempat. Dia dan beberapa warga lainnya telah melayangkan surat laporan kepada Polres Tanggamus dan Inspektorat pada 11 April 2020.

Laporan tersebut terkait dugaan penyimpangan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dengan menggunakan ADD tahun 2019.

Dimana sembilan program skala prioritas pembangunan dipekon gedung agung hanya empat program yang di bangun di tahun 2019.

Dari berkas laporan yang di adukan warga Pekon Gedung Agung tersebut diantaranya,

1. Tidak dipasangnya Plang kegiatan pada saat pelaksanaan embangunan.

2. Pembangunan TPA berukuran 8m”x8m” dan tinggi 4meter dengan nilai ratusan juta tidak sesuai dengan bangunan,perkerjaanya juga di borongkan.

3. Pembangunan talud penahanan tanah (TPT) lokasi lapangan poly dan posyandu di kerjakan asal-asalan,nampak susunan pasangan batu berongga-rongga dan diatas TPT tidak memakai pet acian,

4. Pemasangan paving blok halaman masjid dusun lll tidak sesuai dengan ukuran dari serah terima pembangunan tertera 346m” sedangkan luas halaman masjid +- 200m”.

5. Pembangunan sumur bor dan bak penampung air di dusun lll di kerjakan secara borongan oleh perangkat desa yaitu,kadus dusun lll,kadus dusun IV dan kasi umum.

“Dari hasil Musdes sembilan program yg harus di bangun tapi hanya empat program yang di bangun dan dari empat pelaksanaan pembangunan tersebut tidak transparan, tidak ada plang kegiatan, pekerjaannya juga di borongkan,” katanya.

Ketua badan himpun pekon (BHP) Gedung Agung mengatakan, tidak mengetahui berapa anggaran untuk pembangunan ditahun 2019.

“Saya tidak pernah diajak musyawarah dalam pelaksanaan pembangunan,selaku ketua BHP saya tidak di fungsikan,jadi berapa anggaran pelaksanaan pembangunan saya tidak tau,” ungkapnya.

Dia menambahkan Pj Kepala Pekon setempat juga dinilai tanpa musywarah telah membangun satu buah jembatan gorong-gorong plat beton panjang 4m”, lebar 1m”, tebal coran 15cm di dusun 1 terletak antara kebun Saprudin dan kebun pakpung yang mana jembatan tersebut tidak bermanfaat bagi masyarakat umum.

Sekretaris Inspektorat Tanggamus, Gustam Afriansyah mengatakan, laporan pengaduan masyarakat (DUMAS) Pekon Gedung Agung sudah di terima pihaknya. Namun begitu sifatnya hanya tembusan karena tidak langsung di tujukan ke Inspektorat setempat.

“Laporan DUMAS pekon tersebut arah tujuannya ke Polres tanggamus, mekanismenya kita menunggu proses ada tidaknya pelimpahan dari Polres ke kita. Takutnya jika kita proses investigasi kelapangan, sedangkan pihak Polres juga memproses, bisa jadi berbenturan. Sedangkan Laporan DUMAS yang kita terima hanya tembusan yang sifatnya hanya pemberitahuan,” terangnya.

Pj Kakon Pekon Gedung Agung, Hartawan mengatakan, dirinya Siap menuai panggilan dari Polres dan Inspektorat setempat terkait laporan warganya tersebut.

“Maaf saya tidak bisa plong memberikan klarifikasi ke situ (red media) kan. Saya ada atasan pak camat, karena dia yang punya wilayah, gimana pak camat tentang masalah aduan masyarakat ini. Jika nanti ada panggilan dari Polres, saya siap kok di panggil. Untuk beberapa hari yang kemarin sudah ada pemeriksaan dari inspektorat dan tinggal menunggu hasilnya,” ujarnya.

LEAVE A REPLY