Bejat, Pasutri Jadikan Anak di bawah Umur sebagai PSK

0
135
Polres Tulang Bawang konferensi pers kasus perdagangan anak di bawah umur yang dilakukan Pasutri./Nurwan

Gerbang1news.com, Tulang Bawang – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulang Bawang meringkus dua orang pelaku tindak pidana perdagangan orang dan anak di bawah umur.

“Dua orang pelaku tersebut merupakan pasangan suami istri (pasutri) berinisial SI (27), pria dan SF (24), wanita, mereka merupakan warga Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK saat melakukan konferensi pers bersama Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, SH, SIK, Kasi Propam Ipda Poniran, PS. Kanit Resum Bripka Hade Pirmanto, SH dan PS. Kanit PPA Bripka M. Fachri Husnan, SH, hari Rabu (29/7/2020), di Mapolres setempat.

Kapolres menjelaskan, pasutri pelaku tindak pidana perdagangan orang itu ditangkap oleh Satreskrim hari Minggu (19/7/2020), sekira pukul 01.00 WIB, di salah satu rumah kontrakan yang ada di Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung.

Kapolres menjelaskan, peran dari masing-masing pelaku yaitu SI bertugas mengantar dan menjemput korban untuk bertemu dengan pelanggan di salah satu hotel. Sedangkan SF merupakan mami dan mendapatkan uang tips dari korban setiap kali usai berkencan dengan pelanggannya.

“Uang tips yang diterima oleh pelaku SF ini bervariasi mulai dari Rp. 50 Ribu s/d Rp. 100 Ribu untuk setiap kali korban berkencan dengan pelanggannya,” jelas AKBP Andy.

Menurut Kapolres, Pasutri tersebut telah mempekerjakan tiga orang anak yang masih dibawah umur untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK), yang mana masing-masing PSK tersebut memiliki tarif yang bervariatif mulai dari Rp. 350 ribu hingga Rp. 500 ribu.

Kapolres mengungkapkan, kasus perdagangan orang ini terungkap setelah petugas mendapatkan informasi di media sosial (medsos) berupa facebook (FB) tentang adanya anak dibawah umur yang menjajakan dirinya sebagai PSK.

“Setelah diselidiki oleh petugas, ternyata FB tersebut merupakan milik salah satu korban yang diperkerjakan oleh pasutri berinisial SI dan SF,” tambah AKBP Andy.

Dari tangan pasutri ini berhasil disita barang bukti (BB) berupa handphone (HP) Merk warna biru dan uang tunai sebanyak Rp. 400 Ribu.

“Pelaku yang merupakan pasutri saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 88 Jo Pasal 76I Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tegas Kapolres.(Wan)

LEAVE A REPLY