Pemkab-DPRD Waykanan Godok Empat Raperda

0
195
Bupati Waykanan Raden Adipati Surya, memberikan sambutan dalam rapat paripurna DPRD setempat terkait pembahasan empat Raperda./Deky Saputra

Gerbang1news.com, Waykanan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Waykanan, membahas empat rancangan peraturan daerah (Raperda) bersama DPRD setempat, Kamis (5/3/2020).

Ke empat Raperda itu diantaranya, Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah No 2 Tahun 2009 Tentang Perseroan Terbatas Bank pembiayaan Rakyat Syariah Kabupaten Way Kanan,

Raperda tentang penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Way Kanan pada Perseroan Terbatas Bank pembiayaan Rakyat Syariah Way Kanan,

Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah No 3 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada PT. Bank Lampung,

Raperda tentang Perubahan kedua Atas Peraturan Daerah No 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Kabupaten Way Kanan.

Raperda tersebut juga dalam rangka Pengesahan Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun Anggaran 2020.

Bupati Raden Adipati Surya mengatakan, Indonesia khususnya dan dunia global umunya dihadapi pada tantangan yang luar biasa terkait penyebaran wabah virus Corona yang beredar dipertengahan Desember 2019 lalu.

“Sehubungan dengan hal tersebut, marilah kita bersama sama menundukkan kepala seraya berdoa agar negara Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Waykanan khususnya terhindar dari wabah virus corona yang saat ini menjadi isu hangat di negara ini,” kata Reden Adipati.

Dikatakannya, pemerintahan daerah sebagai salah satu unsur penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia berdasarkan pasal 18 Ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, diberikan hak untuk menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan.

Bupati menambahkan, peraturan daerah adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama pemerintah daerah.

Mengingat peranan peraturan daerah yang demikian penting dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Maka penyusunannya perlu diprogramkan.

“Pembentukan Perda mencakup tahapan perencanaan, penyusunan, pembahasan, penetapan dan pengundangan yang berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan. Perencanaan penyusunan Perda dilakukan dalam program pembentukan perda yang selanjutnya disebut Propemperda,” tambah Bupati.

Menurut dia, Propemperda adalah instrumen perencanaan progam pembentukan perda provinsi dan perda kabupaten/kota yang disusun secara terencana, terpadu, dan sistematis.

Dia berharap, melalui Propemperda pembentukan peraturan daerah dapat terlaksana secara tertib, teratur, tersistematis, tidak tumpang tindih dan memperhatikan skala prioritas dalam pembentukan Peraturan Daerah.
Propemperda Kabupaten Way Kanan untuk tahun 2020 telah ditetapkan dengan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nomor 15/DPRD-WK/2019 tanggal 16 Agustus 2020.

Penyerahan Raperda diserahkan oleh Bupati Waykanan dan diterima Ketua DPRD Kabupaten Waykanan Nikman Karim disaksikan anggota DPRD, Porkofimda, SKPD setempat.(Eky)

LEAVE A REPLY