Nekad, Buruh jadikan Rumah Kosong Tempat Transaksi Narkoba

0
161
Dua buruh inisial ES als TG (21) dan JP als JO (21), saat diamankan polisi./Nurwan

Gerbang1news.com, Tulang Bawang – Kepolisian Sektor (Polsek) Penawartama meringkus dua orang pelaku tindak pidana peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkotika Golongan I.

Kapolsek Penawartama Iptu Timur Irawan, SH mengatakan, kedua pelaku tersebut ditangkap hari Senin 9 Februari 2020, sekira pukul 12.30 WIB, di sebuah rumah kosong yang ada di Kampung Suka Bakti, Kecamatan Gedung Aji Baru.

“Identitas para pelaku berinisial ES als TG (21) dan JP als JO (21), mereka sama-sama berprofesi buruh dan merupakan warga Kampung Batu Ampar, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Iptu Timur, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Selasa (10/3/2020).

Dia mengungkapkan, penangkapan terhadap kedua orang buruh tersebut berdasarkan informasi dari warga yang mengatakan bahwa di sebuah rumah kosong yang ada di Kampung Suka Bakti sering dijadikan tempat transaksi dan penyalahgunaan Narkotika.

Berbekal informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya dan setelah dipastikan rumah kosong tersebut ada aktifitas mencurigakan.

“Di rumah itu, petugas kami berhasil menangkap dua orang buruh dan menyita barang bukti (BB) berupa dua bungkus plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu dengan bruto sekira 1 gram, tiga buah kaca pirex bekas pakai yang di dalamnya masih terdapat sisa sabu, dua buah alat hisap sabu (bong), handphone (HP) merk Nokia warna hitam, lima buah korek api gas, tiga buah sendok sabu (alat sekop) dan satu bungkus klip kecil bekas sabu,” ungkap Iptu Timur.

Saat ini, lanjutnya, para pelaku berikut BB dibawa ke Mapolsek Penawartama untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar dan paling banyak Rp. 10 Miliar,” tegasnya.(Wan)

LEAVE A REPLY