Dua Pekerja Diberhentikan Sepihak oleh Perusahaan Outsoursing

0
322
Foto Ist/Deky

Gerbang1news.com, Waykanan – PT Rajawali Duta Pertiwi (Outsoursing) di duga melakukan pemberhentian secara sepihak terhadap dua pekerja (buruh) tanpa alasan yang jelas.

Prenda (25), Exs pekerja PT setempat merasa keberatan atas di pemberhentian Sepi hak yang dilakukan pihak PT. Padahal, masa kontraknya hingga bulan april 2020.

Dia menjelaskan, belakangan ini berbagai perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing kian meningkat.

Bila merujuk pada Undang Undang No. 13Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Outsourcing (alih daya) dikenal sebagai penyediaan jasa tenaga kerja seperti yang diatur pada pasal 64, 65 dan 66. Dalam dunia Psikologi Industri. Tercatat karyawan outsourcing adalah karyawan kontrak yang dipasok dari sebuah perusahaan penyedia jasa tenaga outsourcing.

Dia menambahkan, awalnya perusahaan outsourcing menyediakan jenis pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis inti perusahaan dan tidak mempedulikan jenjang karier.

Aman jaya (AJP) melalui PT Palm Lampung Persada di kecamatan Bumi Agung salah satu perusahaan yang menggunakan jasa petugas keamanan outsoursing dari penyedia jasa PT. Rajawali Duta Pertiwi Bandar Lampung.

“Kedua perusahaan ini Bermitra Untuk melengkapi jumlah pekerja, Jumlah petugas keamana (security) outsoursing yang di tempat kerjakan di PT. PALM LAMPUNG PERSADA, ada sekitar 11 Orang (anggota),Meski jumlah nya terhitung minim,Namun Mayoritas Mereka adaLah Tenaga kerja Lokal AsLi Pribumi,Betapa susahnya Untuk masuk dan bekerja di perusahaan yang ada daerah mereka sendiri,minim nya Lowongan dan keterbatasan karyawan.ahirnya mereka masuk bekerja melalui jalur outsourcing,” katanya, Senin (2/3/2020).

Menurutnya, pemutusan kerja secara sepihak oleh PT.Rajawali Duta Pertiwi kepada dua orang pekerja (Buruh) tanpa alasan yang jelas.PHK secara sepihak membuat salah satu Pekerja ger dengan pihak perusahaan tersebut.

Hal senada dikatakan Rio, yang juga pernah bekerja di PT setempat mengatakan menjelaskan
Gaji tidak sesuai dengan UMP, tanpa tunjangan, dan hanya gaji pokok saja.

“Saya tidak tau sebetulnya bagaimana sistem pembayaran kerja di perusahaan ini,karena peruhasaan tidak transparan,terkadang ada potongan,awaLnya gaji saya hanya Rp 1.800 perbulan, setelah dua tahun bekerja gaji saya naik menjadi 2 juta. Hanya gaji pokok saja yang kami terima tanpa ada tunjangan. Tidak ada perbedaan dengan masa lama nya kerja dan dengan baru bekerja, gaji saya dan kawan,” ujar Rio.

Dia menambahkan, setiap satu tahun sekali di wajibkan untuk Registrasi perpanjangan kontrak kerja dengan biaya ADM yang hampir satu bulan gaji, (3/4) dari gaji pokok. Bila karyawan tidak mengikuti aturan yg ditentukan oleh PT.RAJAWALI DUTA PERTIWI (perusahaan outsoursing/penyedia jasa) maka akan diberhentikan bekerja (PHK Tanpa pesangon).

Menurutnya, kondisi tersebut dirasa sangat memberatkan pekerja karena tidak sesuai dengak hak buruh.

“Harapan saya, pihak dinas terkait Depnaker memperhatikan hak-hak kami sebagai pekerja dan buruh perusahaan. Jika perlu Sidak perusahaannya,” ujar Rio Anggara.(Eky)

LEAVE A REPLY