Diberhentikan Sepihak, Rio Anggara Lapor ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

0
484
Rio Anggara mengadukan kasus pemberhentian sepihak ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Waykanan./Deky

Gerbang1news.com, Waykanan – Merasa dirugikan karena di berhentikan secara sepihak oleh sebuah perusahan Outsoursing. Rio Anggara pekerja mengadukan kasus tersebut ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Waykanan, Selasa, (3/3/2020) kemarin.

Dalam laporannya, Rio menyampaikan keluhannya atas pemberhentian sepihak terhadap dua pekerja (buruh) tanpa sebab dan alasan yang jelas dihadapan kepala dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi Waykanan, Arie Anthony Thamrin dan Kabid Hubungan Industrial, Sulis.

“Pemberhentian itu tidak secara surat tertulis melainkan melalui media sosial Whatshap pada tgl 29 februari 2020 oleh pihak PT Rajawali Duta Pertiwi. PT Rajawali Duta Pertiwi yang beralamat di Bandar Lampung adalah salah satu perusahaan yang menggunakan jasa petugas keamanan outsoursing untuk dipekerjakan di PT Palm Lampung Persada di kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Waykanan,” kata dia.

Rio menambahkan, merasa keberatan atas di pemberhentian sepihak oleh pihak PT. Dia berharap kepada pihak Disnakertrans kabupaten way kanan.Rio meminta agar di perjuangkan haknya sebagai pekerja.

“Jumlah petugas keamanan (security) outsoursing yang di tempat kerjakan di PT. Palm Lampung Persada, ada sekitar 11 Orang (anggota).Meski jumlahnya terhitung minim, namun mayoritas mereka adalah tenaga kerja lokal asli pribumi. Sulit untuk masuk dan bekerja di perusahaan yang ada daerah mereka sendiri. Minimnya Lowongan dan keterbatasan karyawan.ahirnya mereka masuk bekerja melalui jalur outsourcing,” keluhnya.

Rio menjelaskan, selama bekerja di PT, Menerima gaji yang tidak sesuai dengan UMP, tanpa adanya tunjangan dan jaminan kesehatan.

Menurutnya, kondisi tersebut dirasa sangat memberatkan pekerja karena tidak sesuai dengak hak buruh pada umumnya.

“Saya sangat mengharapkan, kepada pihak dinas terkait Depnaker agar kiranya dapat memperhatikan dan memperjuangkan hak-hak kami sebagai pekerja (buruh) di perusahaan. Apabila perlu adakan sidak terhadap perusahaannya,” ujar Rio Anggara.

Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Waykanan, Arie Anthony Thamrin, mengatakan akan mempelajari dan sesegera mungkin menindak lanjuti terkait adanya PHk sepihak tersebut.

”Kita akan panggil pihak perusahaan outsoursing dan PT PLP selaku pemakai jasa petugas security. Seperti apa perjanjian kontrak antara perusaaan dengan perusahaan penyedia jasa security, maupun kontrak kerja antara pekerja dengan perusahaan otsoursing supaya kita bisa menemukan titik terang dalam permasalahan ini,” tegasnya.(Eky)

LEAVE A REPLY