Praktisi Hukum Soroti Buruknya Kinerja KPU Lampung Utara

0
234
Chandra Ghana SH. MH, Praktisi Hukum dan Tim Advokasi DPC AWPI Kabupaten Lampung Utara./Heri

Gerbang1news.com – Praktisi Hukum yang juga merupakan Tim Advokasi DPC AWPI Kabupaten Lampung Utara, menyoroti buruknya kinerja KPU setempat terkait banyaknya keluhan dari PPS dan KPPS soal kekurangan surat suara di TPS Kecamatan Kota Bumi Selatan.

Chandra Ghana SH. MH, Praktisi Hukum yang juga merupakan Tim Advokasi DPC AWPI Kabupaten Lampung Utara, menyesalkan adanya kekurangan suara pada sejumlah TPS yang diungkapkan oleh PPS dan KPPS di Kecamatan Kota Bumi Selatan.

“Kinerja KPU Lampung Utara harusnya bisa mengatasi permasalahan di TPS yang kekurangan logistik pemilu. Karena itu adalah kebutuhan penting dalam mensukseskan pelaksanaan Pemilu serentak ini,” ujarnya, Rabu (24/4/2819).

Dia menduga, ada unsur kesengajaan yang dilakukan pihak KPU setempat sehingga terjadinya kekurangan logistik pemilu di Kecamatan Kota Bumi Selatan.

“Dari awal tahapan sampai dengan pelaksanaanya, saya sangat prihatin dan kecewa dengan KPU. Persoalan yang terjadi sepertinya ada unsur kesengajaan. Ini adalah pemilu terburuk sepanjang sejarah saya. Melihat kinerja penyelenggara dan rendahnya kwalitas pemilu di Lampung Utara. Kinerja KPU telah mencederai demokerasi dan melukai hak hak politik masyarakat,” sesalnya.

Diungkapkan Firman, seorang anggota PPS di Kota Bumi Selatan, Lampung Utara, terjadi kekurangan surat suara dan tidak sesuai dengan daftar pemilih tetap DPT yang ada di sejumlah TPS.

Tak hanya itu, tidak adanya Form C1 plano yang menjadi juru kunci dalam penghitungan. Belum lagi persoalan undangan bagi pemilih yang tidak merata. Sehingga warga yang hendak memberikan hak suaranya tanpa undangan dan menggunakan KTP dan KK di berikan kesempatan memilih pada siang hari yang terkesan seperti di anak tirikan. Sayangnya, sejumlah warga setempat terpaksa gagal memilih lantaran surat suara telah habis dan terpaksa pulang dengan perasaan kecewa.

“Saya juga bingung dengan carut marutnya pemilu kali ini. Apa lagi saat hari pencoblosan di mana banyak kendala d TPS. Anehnya pihak KPU sulit untuk d konfirmasi, seluruh anggota KPU ponselnya tidak ada yang aktiv saat du hubungi untuk berkoordinasi,” sesalnya.(Her/Din)

LEAVE A REPLY